Ganti Donk… Nama Bandara Supadio Pontianak

Suriansyah
Suriansyah

NETIZEN.media-DPRD Provinsi Kalbar sangat berharap Pemerintah Pusat (Pempus) mengamini keinginan masyarakat untuk mengganti nama Bandar Udara (Bandara) Pontianak, dari Supadio menjadi Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

“Beliau pendiri Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalbar. Perkembangan perekonomian di daerah ini tidak terlepas dari jasanya,” kata Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Bandara lainnya di Indonesia, juga menggunakan tokoh atau pahlawan yang begitu dikenang masyarakatnya. Seperti Bandara Sultan Syarif Qasim di Riau, dan daerah lainnya di Indonesia.

Keinginan masyarakat Kalbar yang disampaikan Suriansyah tersebut, sebelumnya juga pernah diutarakan dai ternama, Ustaz Abdul Somad (UAS) ketika ceramah di Kota Pontianak, baru-baru ini.

Seperti diketahui, sebelum Indonesia merdeka, Pemerintah Belanda membuat kesepakatan dengan Kerajaan Pontianak untuk membuat Bandara, dulunya disebut Lapangan Terbang.

Kerajaan Pontianak menyediakan lahannya di Sungai Durian. Kemudian Pemerintah Belanda meneliti kontur tanahnya sebelum memulai membangun Bandara.

Namun pekerjaan Pemerintah Belanda untuk membangun Bandara itu tidak dapat dilanjutkan. Karena kalah perang melawan Jepang.

Kemudian Jepang yang menguasai Pontianak, menjadikan Bandara di Sungai Durian itu sebagai pangkalan udara militer. Begitu selesai dibangun, diujicobanya dengan menerbangkan pesawat tempur.

Namun ujicoba itu tidak berjalan mulus. Pesawat tempur Jepang mengalami kecelakaan, karena menyenggol troli pasir. Pilotnya pun tewas.

Untuk mengenang pilot tersebut, Pemerintah Jepang membangun tugu. Siapapun yang akan melewati harus memberi hormat, kalau tidak ingin dihukum.

Ketika berhasil mengakhiri pendudukan tentara Jepang, Pemerintah Indonesia menyiapkan operasi Dwikora dengan menggelar kekuatan pesawat tempur dan pasukan.

Untuk menampung pesawat dan pasukan tersebut, Bandara di Sungai Durian pun dibangun dalam waktu singkat. Kemudian diberi nama yang diambil dari Perwira Angkatan Udara (AU) Letkol (PNB) Supadio yang meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Tanpa bermaksud menafikan jasa Letkol Supadio, masyarakat Kalbar, khususnya Kota Pontianak menginginkan Bandara komersil tersebut dinamai dengan pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...