Pecandu Narkoba Bobol Rumah Makan Ayam Keraton

Tersangka HR
Tersangka HR

NETIZEN.media-Sopir ojek pikap, HR (24) rela bersusah payah membobol Rumah Makan Bon Delice & Ayam Keraton di Jalan M Yamin Pontianak, untuk menguras barang-barang berharga di dalamnya.

“Buat beli Narkoba. Sudah lama pakai Narkoba,” aku HR, ketika ditanya wartawan, di Mapolsekta Pontianak Kota, Kamis (20/09/2018).

Lantaran rumah makan itu sudah lama kosong, HR dapat dengan mudah menggondol televisi, jam tangan dan lainnya. Kemudian kabur menggunakan sepeda motor.

Setelah berhasil, dia meminta bantuan rekannya, IS (25) dan RH (24) untuk menjual barang-barang hasil curiannya itu. “Televisi dijual Rp1 Juta, sedangkan jam tangan Rp250 Ribu,” kata HR.

Barang Bukti

Untuk beberapa hari sejak aksinya pada Senin (10/09/2018) itu, HR masih bisa bernafas lega. Namun pada Sabtu (15/09/2018), residivis pembobol rumah dan pencurian sepeda motor ini digerebek Unit Reskrim Polsek Pontianak Kota, di kediamannya, Jalan Petani.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam mengatakan, Rumah Makan Bon Delice & Ayam Keraton sudah tutup sejak 3 bulan sebelum dibobol.

Abdullah Syam
Abdullah Syam

Pemilik rumah makan tersebut baru menyadari barang-barangnya digondol maling dua hari berikutnya. Kemudian melapor ke Mapolsek pada Kamis (13/09/2018).

“Akibat kejadian tersebut ini, pemilik rumah makan atau korban diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah,” ungkap Abdullah.

Menindaklanjuti laporan korban, Unit Reskrim Pontianak Kota pun melakukan serangkaian penyelidikan. “Pelaku masuk ke rumah makan dengan mencongkel pintu yang digembok, menggunakan linggis,” ungkap Abdullah.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan informasi lainnya, pelaku Pencurian dengan Pemberatan (Curat) tersebut mengarah kepada HR.

Polisi pun bergerak cepat ke kediaman HR guna memastikan pria tersebut pelakunya. “Ketika dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan barang-barang yang dilaporkan telah dicuri,” kata Abdullah.

Barang-barang hasil curian itu cukup banyak di rumah HR. Di antaranya beberapa jam tangan, dan satu unit kamera DSLR.

Barang Bukti.

Bersama barang-barang tersebut, HR pun digelandang ke Mapolsek Pontianak Kota. Saat diinterogasi, ia mengaku tidak sendirian dalam aksinya. Bersamanya ikut tiga orang teman.

Abdullah mengatakan, identitas ketiga rekan HR tersebut sudah dikantongi, dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron. Lebih baik merela menyerahkan dir, sebelum ditangkap.

“Setelah mencongkel pintu menggunakan linggis, HR dan ketiga rekannya masuk ke rumah makan tersebut dan menggasak barang-barang milik korban. Kemudian membawanya dengan motor,” papar Abdullah.

Selanjutnya HR mengaku kalau barang-barang curiannya itu dijual oleh rekannya yang lain, IS dan RH. Polisi pun bergerak cepat, meringkus kedua pemuda tersebut.

Dari tangan IS dan RH diamankan 4 unit televisi. Semuanya hasil kejahatan yang dilakukan HR. “HR ini merupakan otak pembobolan tersebut. Kedua rekannya ini hanya dimintai untuk menjual barang curiannya,” kata Abdullah.

Kendati memiliki peran yang berbeda-beda dalam kasus Curat ini, HR, IS dan RH sama-sama disangkakan dengan Pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama 7 tahun penjara.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...