17 Merek di-Blacklist TPPD Kota Pontianak

TPPD BKD Kota Pontianak memotong reklame di Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (26/09/2019). -Foto: Humas Pemkot Pontianak-
TPPD BKD Kota Pontianak memotong reklame di Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (26/09/2019). -Foto: Humas Pemkot Pontianak-

NETIZEN.media-Sepanjang 2018, sudah 17 merek yang masuk daftar hitam (blacklist) Tim Penertiban Pajak Daerah (TPPD) Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak. Lantaran tidak membayar pajak reklame.

“Artinya, merek atau produk-produk tersebut tidak kita izinkan untuk memasang reklame, selama mereka belum memenuhi kewajibannya membayar pajak reklame terutang,” jelas Ruli Sudira, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penagihan Pajak Daerah, BKD Kota Pontianak, kemarin.

Ruli tidak merinci 17 merek tersebut. Ia hanya memastikan, berbagai jenis reklamenya sudah dicopot, seperti billboard, neon box, papan merek, soft scene dan lainnya.

Terkait penertiban dan blacklist tersebut, kata Ruli, sudah melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 52 Tahun 2016 (Perwako Pontianak 52/2016) tentang perubahan atas Perwako Pontianak 45/2014 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Pontianak.

Perwako Pontianak tersebut menyebitkan, apabila reklame terpasang tanpa mendaftar, maka petugas menertibkannya tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Mekanisme sudah kita jalankan, kita sudah layangkan surat peringatan, kita panggil ke kantor. Memang yang bersangkutan datang, tetapi tidak ada penyelesaian atau konfirmasi lebih lanjut,” ungkap Ruli.

Diakuinya, para pelaku usaha atau pemilik reklame meminta waktu untuk menyelesaikan kewajibannya membayar pajak reklame tersebut. “Batas waktu toleransi yang kita berikan sudah sangat lama. Sehingga kita tidak bisa mentolerir lagi,” tegas Ruli.

Penertiban reklame

Dia mengingatkan, sebelum mempromosikan produk melalui reklame, pelaku usaha hendaknya membayar pajak dulu ke BKD Kota Pontianak. “Jangan terbalik. Jangan pasang (reklame) dulu baru bayar pajaknya. Tetapi, bayar pajaknya dulu, baru dipasang reklamenya,” papar Ruli.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...