Kejari Pontianak Bongkar Indikasi Korupsi KUR BRI

KUR BRI

NETIZEN.media-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak menyelidiki indikasi korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2013-2016, di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Sungai Jawi dan Kota Baru.

“Pengaduan itu masuk ke kita, sehingga menjadi dasar melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah pihak, termasuk dua unit BRI tersebut,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pontianak, Juliantoro, kepada wartawan, Sabtu (29/09/2018) siang.

Pelakunya, ungkap Juliantoro, diduga sebagai orang dalam yang berposisi sebagai mantri di dua unit BRI di periode yang berbeda. “Menyebabkan kerugian negara di kisaran Rp200 Juta,” katanya.

Kerugian negara yang ditimbulkan tidak begitu besar, jelas Juliantoro, lantaran 70 perser KUR ini dikover pihak asuransi, yakni Asprindo dan Japindo. Sehingga penyaluran KUR dari BRI hanyalah 30 persen.

Modusnya, ungkap Juliantoro, diduga menggunakan jasa orang lain atau calo, terdiri atas 3 orang yang memberikan data Pemohon KUR.

“Celakanya data tersebut sudah dimanipulasi, baik itu identitas, NIK (Nomor Induk Kependudukan) sampai SKU (Surat Keterangan Usaha) yang fiktif. Ini terjadi pada periode 2015-2016,” kata Juliantoro.

Kejari Pontianak telah memegang data pengajuan KUR, terdiri atas 50 Pemohon. “Ini belum termasuk hasil kita terjun ke lapangan untuk mengecek usaha, benar atau tidak. Sejauh ini masih fiktif,” kata Juliantoro.

Semua pihak terkait, lanjut Juliantoro, sudah dimintai keterangan. Saat ini mengarah pada proses penetapan tersangka. “Tersangka belum kita tetapkan. Kita akan tetapkan setelah gelar perkara,” pungkasnya.

Terkait indikasi korupsi penyaluran KUR tersebut, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari kedua unit BRI di Kota Pontianak dimaksud.

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.