1.732 TKI Bermasalah Dideportasi Negara Tetangga

TKI
ilustrasi

NETIZEN.media-Sejak Januari hingga September 2018 ini, tercatat 1.732 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi negara tetangga.

Kepala Balain Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Maruji Manullang mengungkapkan, deportasi tersebut paling banyak dari Malaysia.

Berdasarkan pendataan dan fasilitasi yang dilakukan BP3TKI melalui unit kerjanya di perbatasan, Pos Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Entikong, sepanjang 2018, Pemerintah Malaysia, khususnya Serawak mendeportasi 1.381 orang melalui Pos Linstas Batas Negara (PLBN) Entikong.

“Dari data 1.381 orang tersebut, 636 orang atau sekitar 46 persen merupakan warga Kalimantan Barat dan sisanya, 745 orang atau sekitar 43,9 persen dari luar Kalimantan Barat,” ungkap Maruji, kepada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Bilang dibanding tahun lalu hingga Triwulan III yang berjumlah 1.902 orang, tambah Maruji, berarti terjadi penurunan sekitar 27 persen atau 521 orang. “Sementara TKI bermasalah lainnya ada juga karena repatriasi dari Perwakilan RI, tercatat 139 orang,” katanya.

Berikut rincian 139 TKI tersebut:

  1. Sakit: 6 orang
  2. Depresi: 1 orang
  3. Meninggal: 109 orang
  4. Terlantar: 29 orang
  5. Pencegahan: 67 orang

“Sehingga total Pekerja Migran Indonesia atau TKI yang bermasalah dipulangkan ke daerah asal masing-masing hingga kini mencapai 1.732 orang,” terang Maruji.

Melihat besarnya jumlah TKI yang dideportasi ini, Maruji berharap, pemerintah daerah bersama-sama meningkatkan sosialisasi ke masyarakat, khususnya di kantong-kantong TKI, seperti di Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Sambas, Mempawah, Kubu Raya dan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sementara itu, BP3TKI Pontianak bekerjasama dengan Polri sudah melakukan pencegahan keberangatan TKI non-prosedural. Kurun Januari hingga September 2018 sudah dicegah 67 orang. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya para periode yang sama 20 orang.

Untuk kesekian kainya, Maruji mengimbau masarakat, khususnya yang akan bekerja ke luar negeri, hendaknya mengikuti prosedur yang berlaku. “Hubungi BP3TKI Pontianak, P4TKI Sambas, Entikong atau Disnaker setempat, bila pula ke PPTKIS resmi,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...