Ini Dampak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi…

Katherine A Oendoen
Katherine A Oendoen

NETIZEN.media-Kritik keras dan keluhan dituai PT Pertamina (Persero) karena menaikkan harga Pertamax Series, Dex Series dan Biosolar non PSO per 10 Oktober 2018. Lantaran, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi ini sangat memengaruhi perekonomian masyarakat.

“Wajar masyaratkat mengeluh. Karena menaikkan harga BBM secara diam-diam, minim sosialisasi ini merupakan pelanggaran hak konsumen,” kata Katherine Angela Oendoen, Anggota Komisi VII DPR-RI, kepada wartawan, Sabtu (13/10/2018).

Bukan hanya itu, menurut Legislator Senayan Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar ini, kebijakan di bidang energi ini juga berdampak luas di masyarakat, walaupun yang dinaikkan itu harga BBM non-subsidi dengan konsumen masyarakat kelas atas.

Tidak bisa dimungkiri, lanjut Katherine, kenaikan harga BBM non-subsidi ini memicu kenaikan harga barang dan jasa, terutama kebutuhan rumah tangga. Hal ini tentu akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Otoritas terkait, yaitu Bank Indonesia (BI) pun telah melansir pengaruh kebijakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terhadap inflasi. Demikian pula Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga pernah mengumumkan kenaikan pertamax berkontribusi 0,01 persen terhadap inflasi.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini, ungkap Legislator Partai Gerindra ini, berdampak pada sulitnya masyarakat menemukan BBM subsidi. Kalau ada, antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) tidak dapat dihindari.

“Atas berbagai pertimbangan inilah, sebagainya kebijakan menaikkan harga BBM non-subsidi ini hendaknya ditinjau kembali. Kalau perlu jangan dilakukan,” tutup Katherine.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...