Ribuan Alat di Indonesia Gunakan Tenaga Nuklir

Diseminasi Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, di Untan) Pontianak, Sabtu (20/10/2010).
Diseminasi Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, di Untan) Pontianak, Sabtu (20/10/2010).

NETIZEN.media-Selama ini, pemanfaatan nuklir hanya diketahui untuk bom. Bahayanya sudah menggetarkan dunia, setelah luluh lantaknya Hiroshima dan Nagasaki. Sehingga siapapun yang akan memanfaatkannya selalu mendapat penolakan besar-besaran.

Padahal, ribuan alat sudah menggunakan tenaga nuklir, tersebar luas di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. “Contohnya, penggunaan alat rontgen atau sinar-x di klinik dan rumah sakit,” ungkap Runi Handayani, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dalam rilisnya, Minggu (21/10/2018).

Fakta tersebut diungkapkannya ketika “Diseminasi Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir”, di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Sabtu (20/10/2010). Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama Bapeten, DPR-RI dan Untan Pontianak.

Dalam kesempatan tersebut, Runi mengatakan, penggunaan alat-alat yang memanfaatkan tenaga nuklir harus mendapatkan izin dari Bapten. Agar keselamatan dan keamanannya terjamin bagi pasien, pekerja atau operator dan lingkungan hidup.

Runi menegaskan, bahwa manfaat besar dari tenaga nuklir, harus diikuti dengan pengawasan yang baik dari pemerintah, dalam hal ini Bapeten. Dalam hal berwujud pembentukan peraturan tentang tenaga nuklir, penertiban izin bagi pengguna tenaga nuklir dan pelaksanaan inspeksi atau audit ke lapangan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan Pontianak, Afgani Jayusta menyampaikan, tenaga nuklir itu bukan hanya untuk bom atom. Namun banyak juga manfaatnya untuk bidang pertanian, kesehatan dan industri.

Dari hasil kajian bersama para pakar nuklir, lanjutnya, dinyatakan bahwa dari sisi akademis dan teknologi, Kalbar cocok untuk didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Saat ini, Untan Pontianak telah membina kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk menanam padi unggulan hasil iradiasi di lahan bekas gambut.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR-RI, Katherine Angela Oendoen menegaskan, nuklir bukan hanya untuk hal-hal yang berbahaya, namun banyak sekali manfaatnya.

Provinsi Kalbar sudah merealisasikannya, di antaranya untuk bidang pertanian di Kabupaten Sambas. “Kalbar juga mempunyai sumber uranium di Kabupaten Melawi dan bukan daerah gempa. Sehinga Kalbar sangat potensial untuk membangun PLTN,” kata Katherine.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...