Polisi Tangkap Penyebar Hoax Dalam Kasus Hilangnya Ajun

Noviana alias Novi ditangkap Polresta Pontianak lantaran menyebarkan informasi bohong di Facebook terkait kasus hilangnya Ajun. Ia mengarang sebuah cerita seolah Ajun telah diculik

NETIZEN.media-Sebelum ditemukannya Ajun, media social khususnya facebook sempat digegerkan dengan sejumlah isu. Terutama isu penculikan yang dikaitkan. Selain itu pula juga tersebarnya postingan tentang Ajun yang terlihat dibawa seorang laki-laki menggunakan mobil berwarna hitam. Serta ada pula yang membuat postingan Ajun telah ditemukan di Singkawang.

Postingan-postingan yang dipublis di Facebook itu pun langsung diselidiki Sat Reskrim Polresta Pontianak, lantaran meresahkan masyarakat yang ada di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak. Dari penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polresta Pontianak berhasil menangkap seorang wanita yang membuat postingan yang seolah-olah benar adanya Ajun balita yang hilang telah diculik.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli kepada sejumlah wartawan, mengungkap penyebar hoax di facebook yang ditangkap pihaknya, yakni Noviana alias Novi warga Jalan Parit Banjar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah.  “Tersangka menyebarkan informasi hoax pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 wib dengan cara mengomentari postingan facebook terkait hilangnya Ajun, di mana apa yang disampaikan tersangka adalah informasi bohong,”jelas Kasat Reskrim, Selasa (6/11/20018).

Menurut Kasat Reskrim, tersangka telah mengarang cerita  dengan kondisi palsu dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, yakni  bahwa tersangka telah melihat seorang laki-laki dengan mengendarai mobil warna hitam dengan membawa seorang anak laki-laki di depan indomaret di daerah Jungkat dan kemudian kabur ke arah Singkawang. “Ini hanya karangan tersangka. Faktanya saat itu tersangka sedang berada di kos-kosannya di daerah sepakat. Tujuan tersangka memberikan informasi palsu tersebut hanya untuk iseng dalam menanggapi berita hilangnya seorang anak laki-laki, seolah olah itu benar telah terjadi penculikan,” beber Kompol Husni.

Ini lah komentar Novi di postingan Facebook atas kasus hilangnya Ajun pada Minggu (4/11/2018) seolah-olah karena kasus penculikan, sehingga membuat masyarakat menjadi resah.

Lanjut Husni, hingga akhirnya petugas pun berhasil menyelidiki keberadaan tersangka  di Komplek Taman Sepakat Jalan A.Yani II dan langsung dilakukan penangkapan.“Kita introgasi tersangka, karena hasil penyelidikan di lokasi yang disebutkan tersangka di postingannya ada kejanggalan,”ujar Husni.

“ Hasil interogasi petugas, tersangka mengakui bahwa perbuatan tersebut hanya untuk iseng. Akibat perbuatan tersangka, telah meresahkan masyarakat. Tersangka langsung kita giring ke Mapolresta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,”sambung Husni.

Ditegaskan Husni ada pun pasal yang dilanggar oleh tersangka, yakni Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. “Tersangka saat ini terus dilakukan pemeriksaan di Mapolresta. Ada pun barang bukti yang diamankan berupa satu unit handpone merk oppo R821 warna putih yang dijadikan sarana oleh tersangka untuk menyebarkan berita bohong,” pungkas Husni.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...