Polisi Tangkap Pemilik Senjata Api Rakitan di Pontianak

Kasat Reskrim Kompol Husni Ramli didampingi Kanitnya Iptu Wendi saat menunjukan barang bukti senpi rakitan beserta amunisi yang berhasil diamankan dari tangan tersangka

NETIZEN.media-Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak berhasil menangkap seorang pria pemilik senjata api rakitan, berinsial AI (26) warga Jalan Danau Sentarum Kecamatan Pontianak Kota.

Penangkapan yang dilakukan terhadap AI ini, yakni berlangsung pada Senin (4/11/2018) kemarin, di salah satu warung kopi Jalan Pancasila. AI tak berkutik ketika anggota Jatanras Polresta Pontianak menangkapnya, barang bukti yang didapatkan dari tangan Ai, yakni berupa satu unit senjata api rakitan dengan Sembilan butir peluru hampa dan lima butir peluru tajam.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kantornya, Ia menerangkan penangkapan yang dilakukan pihaknya terhadap AI ini,  berawal dari pengembangan atas penangkapan seorang warga Pontianak di wilayah hukum Polrestabes Surabaya atas nama Ar. “Dari Polrestabes Surabaya kita mendapatkan nama AI yang ada di Pontianak ini, koordinasi terus dilakukan dengan tindaklanjut penyelidikan, akhirnya kita berhasil menangkap AI,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Rabu (7/11/2018).

Menurut Kasat Reskrim, awalnya barang bukti belum menjadi senjata api rakitan, melainkan jenis air soft gun yang dibeli AI di Jawa Timur. Namun air soft gun itu berubah menjadi rakitan, sehingga tidak menggunakan gas lagi, melainkan dapat digunakan secara langsung. “ Saat kita pancing untuk keluar, AI tidak membawa senjata apinya, setelah kita amankan selanjutnya AI menunjukan senjata api yang disimpannya di rumah,”ungkap Husni.

“Tersangka membeli senjata ini seharga Rp5,5 juta melalui medsos dari seseorang bernama Hendro di Lumajang Jawa Timur,” sambung Husni.

Dikatakan Husni, air soft gun yang diamankan itu berbentuk revolper berwarna stainless steel bergagang coklat made In USA. “Selain itu kita juga mengamankan barang bukti lainnya, sebagai sarana komunikasi pembelian, satu unit handpone dan satu kartu ATM Bank Kalbar yang digunakan untuk mentrsanfer uang pembelian,”katanya.

Atas apa yang dilakukan oleh AI ini, Husni menegaskan pihaknya menjerat AI dengan pasal 1 ayat 1 UU Nomor 12 Tahun 1951. “Pelaku sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Tersangka AI

Sementara itu AI sendiri saat ditemui di Mapolresta Pontianak, dirinya membenarkan atas pembelian senjata air soft gun berbentuk revolper tersebut. Di mana dirinya membeli air softgun itu setelah dirinya melihat postingan yang ada di Youtube. “Pengiriman barang ini melalui Kantor Pos,” ujar AI.

AI sendiri juga mengakui dirinya sampai bisa berniat membeli untuk memiliki senjata air soft gun itu, yakni dengan niat untuk berjaga-jaga saja. Kemudian Ia mengakui bahwa sudah pernah menggunakan senjatra tersebut. “Sudah saya coba  menggunakan peluru hampa,”tutup AI.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...