Tiga Pelaku Hoax dan Ujaran Kebencian di Medsos Ditangkap Polisi

M Husni Ramli
M Husni Ramli

NETIZEN.media-Berhati-hati dalam bermedsos, terutama dalam membagikan maupun membuat postingan. Sedikitnya sudah tiga pelaku yang ditangkap Sat Reskrim Polresta Pontianak, lantaran menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli kepada Netizen.media, dirinya memaparkan untuk di tahun 2018 dari Januari-November saat ini, pihaknya berhasil menangkap tiga orang yang melakukan pelanggaran UU ITE, yakni terdiri dari kasus ujaran kebencian dan hoax atau menyebarkan informasi bohong. “Ada tiga, dua kasus berkaitan dengan ujaran kebencian dan satu kasus soal hoax yang baru saja kita tangkap kemarin,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Rabu (7/11/2018).

Husni menerangkan, dalam kasus pelanggaran UU ITE ini, pihaknya menangkap dan menahan semua pelaku. Sesuai dengan ancaman dalam UU ITE, semua pelaku diancam dengan hukuman enam tahun penjara. “ Semua pelaku menggunakan medsos, baik itu dalam melakukan ujaran kebencian maupun menyebarkan hoax,”ujar Husni.

“Rata-rata via Facebook,” sambungnya.

Lanjut Husni, untuk kasus ujaran kebencian sendiri, sudah dilimpahkan pihaknya kepada pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut (disidangkan,red). “Sementara untuk kasus penyebar hoax masih dalam penanganan kita, karena baru saja kemarin diungkap,” papar Husni.

Husni pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, yakni untuk tidak menyebarkan hoax maupun melakukan ujaran kebencian, karena hal tersebut merupalanggaran UU. Dampak dari hoax dan ujaran kebencian juga dapat meresahkan masyarakat luas. “Jadi kita meminta kepada masyarakat, tidak asal sharing, tidak asal posting, melainkan harus menyaring terlebih dahulu informasi yang didapatkan, benar atau tidaknya. Kemudian tidak menghujat, menghina atau menistakan, baik itu berupa tulisan maupun postingan berbentuk gambar,”pungkas Husni.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...