Manufaktur untuk Menaikan Nilai Produk dari Sambas

Nugra Irianta Denashurya

Oleh: Nugra Irianta Denashurya

Sumber Daya Alam di Kabupaten Sambas harus diolah. Dari bahan mentah menjadi barang yang bisa digunakan atau dikonsumsi. Sehingga dapat menambah nilai terhadap produk yang dihasilkan.

Saya ingin melakukan tindakan yang bisa menambah nilai terhadap hasil bumi di Sambas. Misalnya jeruk Sambas. Tidak melulu dijual mentah. Jeruk itu bisa diolah menjadi sirup.

Contoh lain adalah buah kelapa yang tumbuh subur di daerah Jawai. Mungkin bisa dikemas dengan bagus dan dipasarkan keluar Sambas dalam bentuk minuman kemasan. Bahkan masih banyak lagi SDA sesuai potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Untuk menerapkan konsep itu tentu harus ada sarana dan prasarana. Sarana tentu saja alat. Mungkin saya bisa usahakan untuk menyediakan alat itu. Soal prasarana seperti pasar-yang saat ini belum masyarakat Sambas punya. Bisa saja diciptakan.

Daripada hasil bumi dan kekayaan alam dijual mentah. Alangkah lebih baik dikemas secara bagus supaya dapat menambah nilai barang-barang tersebut.

Saya kira, masyarakat Sambas mampu melakukan itu. Memulai produksi. Bisa dilakukan dengan skala produksi rumahan dulu. Sebab butuh kajian lebih lanjut untuk produksi dalam skala lebih besar.

Menyoal pasar. Saya kira jaringan itu sudah ada. Pasar untuk memasarkan produk-produk dari Sambas, itu sudah ada. Misalnya Singkawang dan Pontianak. Di kota-kota itu sudah ada pasar. Baik itu minimarket, pusat jajanan, sampai oleh-oleh. (Catatan Nugra)

Berita Terkait

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.