Jelang Pemilu, Ini Pelatihan yang Dijalani Personel Polda Kalbar

Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Sri Handayani menyematkan tanda peserta Pelatihan Bintara di SPN Pontianak, Senin (12/11/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-
Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Sri Handayani menyematkan tanda peserta Pelatihan Bintara di SPN Pontianak, Senin (12/11/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-

NETIZEN.media-Menjelang Pemilihan Presiden (Pilres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Polda Kalbar menggenjot personelnya selama 10 hari sejak Senin (12/11/2018), untuk menjalani berbagai jenis latihan.

“Peserta pelatihan dituntut untuk dapat memanfaatkan waktu yang berharga ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Brigjen Pol Sri Handayani, Wakapolda Kalbar, ketika membuka Pelatihan Bintara Polri di SPN Pontianak.

Berikut 4 jenis pelatihan Bintara Polri tersebut:

1. Penanggulangan Konflik Sosial

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ketika menangani situasi chaos yang dapat terjadi kapan saja di wilayah hukum masing-masing.

2. Gakum TP Pemilu

Sekarang tahapan kampanye Pemilu 2009. Peserta pelatihan diharapkan memahami dan memperdomani lex specialis Pemilu, yakni UU 7/2017 tentang Pemilu. Selain itu, terdapat 66 ketentuan pidana di dalamnya yang harus dipahami dengan untuk menjerat para pelaku.

3. Pam TPS

Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan para personel sebelum menjalankan tugasnya sebagai petugas Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pemahaman ini sangat penting untuk meminimalisir pelanggaran dan menindak pelaku tindak pidana di lokasi pemungutan suara.

4. Pembentukan Pembinaan Jaringan Intel

Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi personel dalam melaksanakan tugas-tugas intelijen sehari-hari. Terlebih menghadapi situasi Pemilu saat ini.

Conditioning atau cipta kondisi melalui pembinaan jaringan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang lebih kondusif. Sehingga harapan Pemilu yang aman, damai, dan sejuk dapat terwujud.

Wakapolda Sri Handayani mengatakan, 2019 merupakan tahun pesta demokrasi. Untuk itu, peran Polri sangat dibutuhkan dalam mewujudkan Pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas.

“Perlu disadari bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin berat dan kompleks. Seiring dinamika perkembangan lingkungan, serta pesatnya kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi,” ingat Handayani.

Tantangan tugas yang demikian berat tersebut, lanjut Handayani, harus mampu dijawab oleh Polri dengan langkah penanganan yang tepat guna dan tepat sasaran.

“Salah satunya dengan menyiapkan dan menyelenggarakan pelatihan seperti yang akan kita laksanakan saat ini,” papar Handayani.

Proses pelatihan yang relatif singkat ini harus dirancang secara baik dan benar. “Sehingga dapat menjadi panduan yang optimal dalam mentransfer ilmu pengetahuan maupun keterampilan kepolisian,” ujar Handayani.

Peserta harus memanfaatkan ini dengan baik, untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memperluas dan menambah wawasan tentang kepolisian.

“Semuanya itu kita lakukan dalam upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, melalui program promoter yang saat ini kita laksanakan,” tutup Handayani.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...