1 Hari Pontianak Terima 2 Penghargaan Bergengsi

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyerahkan penghargaan KIP kepada Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Uray Indra Mulya, di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/11/2018) malam. -Foto: Humas Pemkot Pontianak-
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyerahkan penghargaan KIP kepada Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Uray Indra Mulya, di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/11/2018) malam. -Foto: Humas Pemkot Pontianak-

NETIZEN.media-Bravo. Dalam satu hari, Kota Pontianak menerima dua penghargaan; Natamukti Nindya pada Kamis (15/11/2018) pagi, dan Peringkat I Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada malam harinya.

Natamukti Nindya merupakan bentuk apresiasi kepada kabupaten/kota terbaik dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan ini diberikan International Council for Small Business (ICSB) kepada Kota Pontianak, Provinsi Kalbar. Diterima langsung Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Graha Widya Bhakti Jakarta.

Sedangkan Peringkat I KIP, diterima Kota Pontianak ketika Pemeringkatan KIP Provinsi Kalbar 2018. Untuk kategori pengimplementasian Undang-Undang (UU) KIP. Hasil penilaian Komisi Informasi terhadap 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Penghargaan KIP

Penghargaan ini diserahkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Pontianak, Uray Indra Mulya, di Pendopo Gubernur Kalbar.

Indra mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memang sudah sejak lama menerapkan KIP, sudah menjadi bagian dalam layanan publik. Sehingga dinobatkan sebagai kota dengan standar layanan publik terbaik oleh Ombudsman RI.

Dalam penerapan KIP ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pontianak sudah terintegrasi. Standard Operation Procedure (SOP) yang bisa diakses, menjadi tanda KIP sudah diterapkan.

“Data-data seperti APBD dan rencana pembangunan, sudah tersedia di website kami,” ungkap Indra sebagaimana rilis yang disampaikan Staf Humas Pemkot Pontianak, Jimmy Ibrahim.

Kini Diskominfo Kota Pontianak sedang melakukan interoperabilitas atau mengintegrasikan semua aplikasi OPD Kota Pontianak.

“Selama ini berjalan masing-masing, Disdikbud mempunyai aplikasi sendiri, Diskominfo sendiri, BKD sendiri dan sebagainya. Nah, ini akan kita integrasikan menjadi satu,” terang Indra.

Diskominfo menggandeng konsultan untuk interoperabilitas, karena aplikasi OPD dibangun dengan berbagai jenis platform, bahasa sistemnya berbeda satu sama lainnya.

“Makanya bebeberapa waktu lalu kita kumpulkan OPD-OPD, supaya dengan masuknya konsultan interoperabilitas, bisa mengindentifikasi sistem yang digunakan masing-masing OPD itu,” imbuh Indra.

Dalam hal anggaran, lanjut Indra, Pemkot Pontianak juga rutin setiap tahun menggelar bedah APBD secara terbuka. Juga diumumkan di media massa sebagai bentuk KIP. “Masyarakat berhak tahu, digunakan untuk apa saja APBD itu,” tutup Indra.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...