Kapolda Kalbar: 9.514 Jiwa Berhasil Diselamatkan dari Bahaya Narkoba

Pengungkapan Jaringan Narkoba Antar Kabupaten dan Lapas

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono (tengah), bersama jajaran saat melangsungkan konferensi pers pengungkapan kasus narkoba, di Mapolda Kalbar, Jumat (23/11/2018) siang. NETIZEN.media.

NETIZEN.media-Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba antar Kabupaten dan lapas. Pengungkapan tersebut dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 18 November 2018.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono dalam konferensi pers di Mapolda Kalbar pada Jumat (23/11/2018).

“Jumlah tersangka yang kita amankan ada 10 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan 1 orang perempuan,” katanya.

Ada beberapa kasus yang dijelaskan Didi siang itu. Pertama adalah pengungkapan 400 gram sabu jaringan Kabupaten Mempawah dan Pontianak. Petugas mengamankan satu orang tersangka atas nama FY (41), warga Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang.

“Pelaku ditangkap di daerah Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah pada 7 November lalu,” ucap Didi.

Selanjutnya, pihak kepolisian juga berhasil mengungkap pengedar narkoba antar kabupaten jaringan Kabupaten Ketapang dan Kota Pontianak.

Petugas berhasil mengamankan sabu seberat 700 gram dan pil ekstasi sebanyak 250 butir. Adapun tersangka yang berhasil diamankan atas nama RW (21), warga Kabupaten Ketapang, dan NY (40), warga Kota Pontianak.

Kedua pelaku ditangkap disebuah rumah di Jalan Atot Ahmad, Kompleks Perumahan Sejahtera Asri, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, pada Minggu, 11 November lalu.

Dari kasus tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka atas nama DS (25) dan RN (24) dengan barang bukti sabu seberat 18,84 gram. Bersamaan dengan itu, petugas juga berhasil mengamankan uang senilai Rp 27,5 juta, 2 buah handphone, serta satu unit timbangan digital. “Kedua pelaku adalah warga Kabupaten Ketapang,” ucapnya.

Dari penangkapan DS dan RN, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap MR (17), dengan barang bukti sabu seberat 13,69 gram, 1 butir pil ekstasi, dan uang senilai Rp 940 ribu.

Beralih ke kasus lain, Polda Kalbar juga berhasil mengungkap peredaran narkoba jaringan lapas Pontianak dan Kabupaten Sanggau. Pelaku yang berhasil diamankan adalah BS (36), MA (29), dan WK (24). Barang bukti yang berhasil diamankan adalah sabu seberat 25,58 gram, dan uang senilai Rp 231 ribu.

Barang bukti berupa sabu-sabu yang berhasil diamankan. NETIZEN.media.

Penangkapan ini bermula dari laporan warga akan ada transaksi narkoba di lapas kelas II A Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Setelah mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi transaksi.

Saat petugas sampai di Lapas Kelas II A Sungai Raya, petugas langsung menggeledah tersangka BS dan MA di lapangan parkir. Keduanya saat itu baru saja hendak pergi, sehabis mengunjungi salah seorang warga binaan lapas.

“Saat petugas melakukan penggeledahan benar saja didapati diselangkangan tersangka terdapat kristal putih yang diduga sabu yang terbungkus dalam 2 klip plastik hitam,” katanya.

Selanjutnya Polda Kalbar juga berhasil mengungkap kejahatan tindak pidana pencucian uang diduga hasil kejahatan narkoba. Tersangka atas nama ZA (41) warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Kapolda Kalbar menjelaskan, tersangka diamankan pada 4 September sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Trans Kalimantan. Penangkapan tersangka ini atas tuduhan telah menerima hasil keuntungan penjualan sabu dan ekstasi dari tersangka B.

“Tersangka menerima keuntungan sebesar Rp 10 ribu dari setiap pil ekstasi yang terjual dan Rp 20 ribu dari setiap gram shabu yang berhasil di jual,” kata Kapolda.

Lebih lanjut, Didi mengatakan tersangka ZA dahulunya juga pernah dihukum dalam kasus narkoba pada tahun 2011. Setelah menjalani hukuman, tersangka mendapatkan bebas bersyarat pada September 2017.

Terhadap tersangka ZA dapat ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan perkara pokok tindak pidana narkotika.

Total barang bukti yang berhasil diamankan dari sejumlah kasus ini yaitu:

1.) Sabu seberat 1.158,11 gram

2.) Pil Ekstasi sebanyak 250 butir

3.) Uang tunai senilai Rp 31 juta

4.) 9 unit handphone

5.) 2 unit mobil

6.) 1 unit timbangan

7.) 1 buku tabungan

“Dari pengungkapan ini setidaknya ada 9.514 jiwa yang berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba,” tutur Didi.

Dari 10 orang tersangka yang berhasil diamankan, rata-rata masih dengan usia yang sangat muda dengan pendidikan yang masih minim. Untuk itu, Kapolda Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mampu memberantas kejahatan yang sangat merusak ini.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...