Wahai…Kabupaten Melawi, Ini Ancaman Kemenkeu RI

Sutarmidji
Sutarmidji

NETIZEN.media-Tindak tanduk Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Melawi yang tidak kunjung menyelesaikan penyusunan APBD Tahun Anggaran (TA) 2019, menuai ancaman dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Setidaknya demikian isyarat yang disampaikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji ketika ditemui di DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (27/11/2018).

“Menkeu akan memberikan sanksi tegas berupa pemotongan DAU (Dana Alokasi Umum) 15 persen, jika tidak mengesahkan APBD tepat waktu,” kata Gubernur yang karib disapa Midji ini.

Dia menegaskan, sanksi tersebut bukan penundaan pencairan DAU, melainkan pemotongan yang bukan bersifat sementara. “Tetapi untuk seterusnya,” jelas Midji.

Bila DAU Melawi dipotong 15 persen untuk satu tahun, kata Midji, nilainya sekitar Rp90 Miliar. “Bayangkan. Untuk membangun daerah seperti Melawi, Rp90 Miliar itu sangat besar,” ungkapnya.

Dengan tidak mengesahkan APBD tepat waktu, sama saja Bupati dan DPRD Melawi menyia-nyiakan dana Rp90 Miliar tersebut. “Kalau itu disia-siakan, masyarakat Melawi akan protes,” ujar Midji.

Mengingat batas pengesahan APBD TA 2019 sampai 30 November 2018, Midji pun tidak tinggal diam terhadap permasalahan di Kabupaten Melawi tersebut. “Kita sudah membentuk Tim Pendampingan, mereka yang menyusun (APBD Melawi-red),” katanya.

Selain membentuk Tim Pendampingan untuk menyusun APBD Melawi, Midji juga sudah berkomunikasi dengan Eksekutif dan Legislatif Melawi. “Saya bilang, sudahlah…. Bagusnya mereka bicara,” ucapnya.

Bukan hanya meminta Eksekutif dan Legislatif Melawi “berdamai”, dia juga mengancam akan memberikan teguran, serta melaporkannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“(Batasnya) 30 November, harusnya sudah selesai semua. Ya…kita lihat satu dua hari ini, bagaimana mereka ini. Insya Allah akan kita pantau terus, dan mengambil langkah-langkah yang jelas, jangan sampai lewat tahun ini,” papar Midji.

Tahun Anggaran sebelumnya, tambah Midji, APBD Melawi baru disahkan pada April atau Mei tahun berjalan. “Tahun ini jangan sampai. Kalau memang tidak disahkan tahun ini, bisa-bisa semua Anggota DPRD-nya tidak lagi dipilih orang Melawi,” ingatnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...