Alumni 212 dari Kalbar Terbang ke Jakarta

foto:istimewa

Netizen.media – Alumni gerakan 212 dari berbagai daerah yang ada di Nusantara sebagain besar sudah tiba di Jakarta. Jutaan umat muslim ini akan berkumpul kembali di Monas. Dari Kalbar sendiri juga sudah berangkat menuju ke Ibu Kota Negara  untuk berkumpul bersama.

Salah seorang di antaranya M Ridwan. Warga Kota Pontianak ini bersama rombongannya telah berangkat ke Jakarta, siang tadi, tepat pukul 13.20 WIB. 

Keberangkatannya ke Jakarta dengan tujuan untuk berkumpul bersama jutaan umat muslim lainnya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Kepada Netizen.media, M.Ridwan menerangkan  reuni 212 itu merupakan ajang silatuhrahmi umat islam. Di mana dua tahun yang lalu dengan panggilan hati jutaan umat muslim di Indonesia berkumpul di Jakarta untuk mencari keadilan. 

“Bagi kami sangatlah penting, karena 212 ini merupakan sejarah. Di sana kami berkumpul untuk berdoa, bershalawat bersama,” kata Iwan yang sangat sayang jika momen  bersejarah ini terlewatkan, Sabtu (1/12/2018).

Ridwan juga mengungkapkan, untuk keberangkatannya siang tadi, itu sudah ada ratusan orang. Belum lagi sore, bahkan malam ini. “Kami berjumpa sesama Alumni 212 dari Kalbar di Bandara Supadio, sangat ramai. Ada yang satu pesawat dengan kita, belum ditambah yang sudah berangkat sebelumnya,” ungkap Ridwan.

Berkaitan dengan adanya penolakan  dalam agenda reuni ini, tanggapan warga Kota Pontianak yang satu ini menganggap itu  hal yang biasa. “Semua kegiatan di tahun politik, pasti akan menimbulkan pro dan kontra” ujarnya.

Menepikan itu semua, Ridwan menegaskan yang terpenting dalam reuni 212 ini adalah niat jutaan umat muslim dari penjuru  nusantara yakni untuk berjumpa dan bersilatuhrami.

Tak hanya Ridwan, salah satu Tokoh Maysrakat Kalbar, H. Muhammad Fauzi juga kembali hadir dalam pertemuan 212 tersebut. 

Ia yang dijadwalkan berangkat pukul 17.25  sore tadi mengungkapkan, bahwa 212 adalah spirit persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga semangat keumatan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghargai perbedaan. 

“212 ini mengajarkan kita cara-cara menyampaikan sebuah aspirasi dengan cara-cara bil hikmah, tanpa menimbulkan ketakutan kepada pihak lain. Reuni 212 adalah silatuhrahmi Nasional yang berharap keberkahan. Jadi benar-benar indah di sana,” jelas Fauzi sebelum keberangkatan ke Jakarta sore tadi.

Fauzi pun menanggapi soal ada yang tidak setuju atau melakukan penolakan. Menurutnya bagi yang tidak setuju tetap dihormati, namun dengan tidak  harus menciptakan kebencian kepada yang melakukan reuni. 

“Bagi saya reuni dianggap penting karena ada keteladanan Nasional, di mana kita bisa mengenyampingkan perbedaan warna kulit dalam ukhuwah Islamiyah,”kata Fauzi.

Soal dianggap adanya kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa setiap aksi pasti ada muatan kepentingan dan itu kembali kepada niatannya masing-masing. 

“Bagi Saya persoalan politik harus dikesampingkan karena ada kepentingan yang lebih besar, bagaimana kita bisa menunjukkan ke dunia adalah bahwa Islam adalah agama yang ramah, damai dan rahmatan lil alamin,” ujar Fauzi.

“Jika ada berpikiran demikian, bagi saya itu terlalu kecil dibandingkan keridhoan Allah dalam silatuhrahmi jutaan umat Islam di Indonesia ini,” pungkas Fauzi yang juga mengungkapkannya, selain Reuni 212 Ia akan mengikuti syafari dakwah guru besarnya, yaitu Kiai Kholil As’ad di Jakarta dan sekitarnya.

Bahkan, Ishak Ali Al Mutahar yang merupakan anggota DPRD Provinsi Kalbar beserta sejumah keluarga dan kerabat juga sudah tiba di Jakarta.

Di mana ini terlihat dari postingan-postingan medsosnya tentang keberangkatan ke untuk mengikuti reuni 212 di Monas yang akan berkumpul bersama jutaan umat islam se Indonesia.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...