Mengaku Polisi dan Bawa Senjata Mainan, Aksi Begal Pelaku Digagalkan Korban

Tersangka AD. Foto: Polsek Pontianak Barat.

Netizen.media – Seorang pria berinisial AD (28), warga Jalan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, diringkus Polisi lantaran mencoba melakukan aksi begal di Pal V, Jalan Husein Hamzah, Pontianak Barat, pada Jumat (30/11/2018) malam

Dalam aksinya, AD mengaku sebagai anggota Kepolisian dan mengancam korban dengan sepucuk Senjata Api (Senpi) mainan.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis menuturkan, AD tak sendiri dalam melakukan aksi. Ia bersama rekannya berinisial IS yang saat ini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat kejadian, kedua tersangka mengikuti korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Ketika berada di lokasi yang sepi di daerah Pal V, keduanya memberhentikan kendaraan korban dengan mengaku sebagai anggota Kepolisian dan berpura-pura menanyakan kelengkapan sepeda motor yang digunakan.

“Pelaku menanyakan kepada korban tentang plat kendaraan motor yang saat itu belum terpasang. Korban mengatakan karena motornya masih baru, jadi belum dapat plat. Namun, keduanya memaksa korban untuk mengikuti mereka ke Polresta Pontianak untuk diproses,” kata Kompol Bermawis, menceritakan kronologis kejadiannya, Sabtu (01/12/2018) siang.

Kompol Bermawis melanjutkan, tersangka AD kemudian langsung meniki sepeda motor korban dan teman pelaku membuntuti dari belakang.

Saat melintasi persimpangan Jalan Husein Hamzah dan Jalan Ampera, AD memaksa korban untuk berbelok ke Jalan Ampera dengan cara memegang tangan korban dari belakang.

“Awalnya pelaku memaksa korban untuk melewati Jalan Ampera, namun ditolak oleh korban. Karena menolak pelaku mengancam menggunakan pistol mainan dan mengambil Hp korban yang disimpan di saku celana sebelah kanan,” lanjutnya.

Merasa curiga, kata Kompol Bermawis, korban tetap memaksakan melalui Jalan Husein Hamzah yang kebetulan pada saat itu tengah berlangsung acara Maulid Nabi.

Tidak jauh dari lokasi acara itulah, korban kemudian menumbangkan sepeda motor yang dikendarainya bersama AD hingga keduanya jatuh.

“Melihat adanya sepeda motor yang jatuh, maka anggota Polsek Pontianak Barat yang saat itu tengah mengamankan acara, kemudian mendatangi lokasi. Petugas juga sempat mendengar teriakan korban. Pelaku kemudian dikejar oleh petugas dan masyarakat,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan pihak Kepolisian dari tangan AD. Foto: Polsek Pontianak Barat.

Kini tersangka AD telah diamankan di Mapolsek Pontianak Barat untuk dilakukan pengembangan. Sementara rekannya IS, berhasil kabur sesaat setelah mengetahui sepeda motor korban yang jatuh.

“Setelah kita lakukan penelusuran, tersangka AD ini ternyata adalah residivis spesialis jambret. Kami akan melakukan pengembangan, dan memburu tersangka lainnya,” paparnya.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan satu pucuk senjata api mainan jenis pistol, satu bilah senjata tajam jenis pisau, dan satu unit handphone milik korban.

Tersangka pun terancam Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...