Bandar Judi Online dan Togel Beromzet Miliaran Dibekuk Polda Kalbar

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono (menggunakan topi) menunjukkan foto para tersangka saat konferensi pers pengungkapan kasus permainan judi online dan togel, di Mapolda Kalbar, Senin (03/12/2018) siang. Netizen.media.

Netizen.media – Praktik judi online dan Togel kembali diungkap Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat. Tak tanggung-tanggung, usaha ilegal itu beromzet hingga Rp1,3 Miliar lebih per bulan.

Pengungkapan ini dilakukan sejak 10 November hingga 3 Desember 2018 di tiga lokasi berbeda, yakni Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, dan Kota Pontianak.

Dalam pengungkapan kali ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan 4 tersangka dari 4 kasus berbeda; berinisial JH (54), TM (52), LS (51), dan JN (34).

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, modus para tersangka bandar judi online ini diawali dengan membuat website terlebih dahulu untuk menjadi wadah dan sarana bermain judi.

Kemudian, para bandar mencari sub-sub agen di masing-masing wilayah kerjanya untuk memperoleh jaringan antarpemain. Rata-rata dari bandar ini sudah menjalankan bisnis judi online dan Togel lebih dari 10 tahun.

“Modusnya dengan mencari sub-sub agen di wilayah tersangka masing-masing, baru kemudian agen tersebut mencari pemain untuk ikut taruhan. Dari sub agen kemudian mengirim laporan kepada bandar melalui pesan sms dan via whatsapp. Aturannya juga simple, kalau pemain menang, uang dibayar bandar melalui rekening, begitu sebaliknya,” paparnya saat Konferensi Pers di Mapolda Kalbar, Senin (03/12/2018) siang.

Dirinya melanjutkan, kasus judi di daerah Kalbar sendiri sudah menjadi satu fenomena yang tak asing lagi di telinga masyarakat. Namun katanya, pada kasus judi online kali ini berbeda dengan judi sebelum-sebelumnya yang rata-rata menjaring kasus judi kartu.

“Untuk judi online agak berbeda dari yang sebelumnya yang kebanyakan judi kartu. Dan ini baru di 3 Kabupaten yang kita dapat, jelas tidak menutup kemungkinan terkait kasus yang sama untuk daerah lainnya,” terangnya.

Ke empat tersangka, lanjutnya, melakukan tindak pidana undang-undang ITE sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau Pasal 303 KUHP.

Barang bukti uang tunai sejumlah Rp 200 juta lebih. Netizen.media.

“Atas perbuatannya ini, keempat tersangka terancam dihukum dengan pidana paling lama 6 tahun penjara, dan denda paling banyak satu miliyar rupiah,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga turut menyita berbagai barang bukti yang dijadikan sarana oleh tersangka dalam menjalankan bisnis haram tersebut, yakni berupa 7 unit telepon genggam, 4 unit laptop, 3 unit modem, 7 lembar rekapan judi, uang tunai berjumlah Rp 200 juta lebih, serta beberapa screenshot website akun judi online. Penyerahan berkas perkara (tahap 1) ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat juga sudah dilakukan.

Kapolda Kalbar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak main-main maupun mencoba-coba bermain judi. Perbuatan judi, kata dia, jelas melanggar aturan dan undang-undang.

“Bagi seluruh masyarakat yang mengetahui adanya tindakan-tindakan yang melanggar aturan seperti judi ini, diharapkan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. Tentunya ini demi kebaikan bersama, untuk membangun Kalbar yang tertib dan tentunya aman,” pungkasnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...