Mengenal Lebih Dekat Farhan Ananda, “Anak Emas” Polnep

Muhammad Farhan Ananda
Muhammad Farhan Ananda

Sejak didatangkan lewat Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri atau PMDK pada 2017 silam, Muhammad Farhan Ananda telah menorehkan berbagai prestasi, menambah koleksi trofi kampus.

Netizen.media – Mahasiswa Teknik Informatika (TI) itu kini menjadi gacok (andalan) Politeknik Negeri Pontianak dibidang tarik suara. Betapa tidak, tecatat sudah empat penghargaan diraih Aan-sapaan akrab-Farhan Ananda.

Keberhasilan Aan membuat ia menjadi “Anak Emas” Polnep. Andalan kampus soal kompetisi bernyanyi. Kesuksesannya juga turut menyita perhatian Direktur Polenp, Ir H Toasin Asha MSi.

Mahasiswa semester tiga ini ternyata gemar bernyanyi sejak Sekolah Dasar. Masih terngiang dibenak Aan tatkala pertama kali ikut kompetisi bernyanyi.

“Waktu itu baru kelas 4 SD. Saya diminta sama pihak sekolah, mewakili sekolah lomba nyanyi,” kenang Aan saat berbincang bersama Netizen.media di kawasan Pontianak Kota, baru-baru ini.

Sedari kecil, Aan memang berminat di dunia olah vokal. Apalagi Abang kandungnya, sudah memberi contoh sebagai penyanyi cilik. Atas dasar itulah, Aan mulai mendalami dan coba mencintai musik.

Aan lahir 19 tahun lalu di Pontianak. Ibunya bernama Tini Savitri dan ayahnya bernama Rahmatulhuda. Aan memiliki empat saudara kandung. Ia anak bungsu.

Kepiawaian Aan bernyanyi tidak lahir secara otodidak. Bakat itu ia dapat dari garis keturunannya. Paman dari ibunya. Abang tertua dari ibu Aan seorang seniman daerah. Asal Mempawah. Pencipta lagu.

“Almarhum Edy Mawardi pencipta lagu daerah seperti ‘Sekapor Sireh’, ‘Mak Usu’, dan ‘Sebukit Rama’ itu adalah paman saya,” cerita Aan bersemangat.

Lomba nyanyi pertama itu membuat Aan ‘kecanduan’ diatas panggung. Hingga ia tumbuh dewasa, terutama ketika berseragam putih abu-abu, ia selalu mengikuti lomba menyanyi.

Sewaktu menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pontianak, Aan juga mengukir berbagai prestasi tarik suara. Mulai di tingkat kota hingga nasional.

“Saya pernah mewakili Kota Pontianak diajang provinsi, dapat juara dua. Terus festival lomba Seni Siswa Nasional Tahun 2016 tingkat Provinsi. Saya juara satu,” kenang Aan.

Jadi juara satu di Kalimantan Barat menjadi modal Aan berangkat ke Manado. Mewakili Provinsi Kalbar adu vokal di level Nasional.

Dari situlah, cikal bakal Aan sebagai “Anak Emas” Polnep. Penikmat musik pop itu mendapat tawaran dari Polnep untuk menempuh pendidikan di level tinggi. Secara khusus. Melalui jalur PMDK.

“Saya dihubungi kampus. Polnep lagi mencari siswa berprestasi untuk kuliah di sana. Waktu itu saya dibebaskan memilih jurusan dari pihak kampus. Saya pilih Teknik Informatika,” kisahnya.

Begitu masuk Polnep, Aan langsung dipasang kampus untuk bertarung di Pekan Olahraga Seni dan Seni (Porseni). Aan pun langsung melihatkan kualitasnya. Membuktikan, jika Polnep tidak salah pilih orang.

“Ketika Porseni Politeknik se-Indonesia. Saya meraih dua medali dari dua kategori. Pertama dapat perak. Kedua perunggu,” ucap Aan dengan bangga.

Di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Aan merebut juara satu dikategori penyanyi keroncong pria. Dari daerah, ia lanjut di level nasional. Saat Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2018 di Yogyakarta, Aan berhasil meraih juara dua.

Setidaknya sudah 4 piala yang Aan sumbangkan kepada Polnep. Sepanjang 3 semester menjadi mahasiswa di ‘Kampus Biru’.

Aan ternyata tidak hanya piawai bernyanyi. Soal akademik, lulusan SMAN 4 Pontianak itu juga punya kualitas. Buktinya ia meraih IPK 3,48.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...