Harga Semua Komoditas Pertanian Terjun Bebas

Suriansyah: Ini Kegagalan Pemerintah

Suriansyah
Suriansyah

Netizen.media – Usai mendengar langsung keluhan anak-anak petani kopra, mengenai harga komoditas pertanian yang jatuh sampai ke titik nadir, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah pun menyampaikan keprihatinannya.

“Ini akibat kegagalan pemerintah secara umum, baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten, untuk membangun industri hilir,” kata Suriansyah kepada wartawan, Rabu (05/12/2018).

Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalbar ini menyebutkan, secara umum komoditas pertanian di Kalbar ini mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Seperti kelapa, kopra, sawit, karet, lada dan lainnya.

Bayangkan saja, kata Suriansyah, untuk membeli 1 Kilogram beras saja, para petani sampai harus menjual 5 Kilogram kopra. Begitu pula karet yang 2 Kilogramnya hanya cukup untuk membeli 1 Kilogram beras. “Ini sangat parah,” sesalnya.

Suriansyah bahkan merinci satu demi satu harga komoditas pertanian di Kalbar yang sangat tidak bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari masyarakat petani.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani Kalbar secara umum ini, karena tidak adanya pembangunan industri hilir. Produk mereka hanya dapat dijual saat setengah atau bahkan seperempat jadi.

“Akibatnya, ketika terjadi goncangan ekonomi dunia, karena perang dagang antara China dengan Amerika dan sekutunya seperti sekarang, harga komoditas pertanian di Kalbar khususnya, menjadi tidak stabil,” jelas Suriansyah.

Kalau saja pemerintah sukses melakukan hilirisasi, bukan hanya akan mendongkrak harga komoditas, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kalau kita tidak menggalakkan industri hilir, maka para petani akan selalu menjadi pihak yang dirugikan. Untuk itu, perlu komitmen yang kuat untuk membangun industri hilir,” tegas Suriansyah.

Selain itu, menurut Suriansyah, penderitaan yang dialami masyarakat petani ini, lantaran pemerintah masih menerapkan politik pangan harga murah. “Supaya terjangkau masyarakat secara umum. Artinya, saat ini petani yang mensubsidi,” terangnya.

Sebenarnya, kata Suriansyah, petani merupakan penyanggah perekonomian Indonesia. Tetapi mereka yang menjadi korban. “Pemerintah jangan begitu. Seharusnya pemerintah yang mensubsidi petani,” tegasnya.

Suriansyah sangat berharap ada perubahan ke depannya, di mana pemerintah tidak lagi menerapkan politik pangan harga murah. “Supaya petani Kalbar bisa sejahtera seperti di luar negeri,” pungkasnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...