BBPOM Pontianak Sita 148 Jenis Kosmetik Ilegal

Plh Kepala BBPOM Pontianak, Berthin Hendry Dunard menunjukkan kosmetik ilegal, di kantornya, Jumat (07/12/2018) pagi. Netizen.media

Netizen.media – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak menyita 148 jenis kosmetik tanpa izin edar dengan total 1291 item, yang ditaksir bernilai Rp60 Juta.

Jumlah tersebut merupakan hasil penertiban yang dilakukan selama lima hari sejak 26 hingga 30 November 2018 lalu, menyasar 14 lokasi di Kota Pontianak.

Target penertiban kali ini adalah penjual yang memasarkan langsung ke konsumen, atau yang dijajakan langsung di pasar.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBPOM Pontianak Berthin Hendry Dunard, mengatakan, produk kosmetik yang diamankan rata-rata berjenis parfum, cream, lipbalm, dan lipstick.

“Harga (produk) nya mulai dari Rp25 ribuan sampai Rp500 ribuan untuk produk parfum,” katanya saat konferensi pers di Kantor BBPOM, Jalan Dr. Soedarso, Jumat (07/12/2018) pagi.

Produk tersebut diduga berasal dari negara luar, seperti Malaysia, Perancis, dan Amerika Serikat. Semuanya dapat dipastikan berjenis baru, bukan daur ulang.

“Ini produk baru. Bisa kita lihat di kode produksi. Bukan produk daur ulang. Cuma memang ada beberapa produk yang home industry skalanya, tapi tanpa izin edar,” paparnya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah terdapat kandungan yang berbahaya dari kosmetik sitaan tersebut. Tetapi, karena tak memiliki izin edar, Hendry mengatakan, BBPOM Pontianak tidak bisa menjamin dari sisi kualitas dan keamanannya. “Artinya produk ini belum dapat kita jamin keamanannya untuk digunakan,” timpalnya.

Kegiatan penertiban ini, kata Hendry, lebih mengedepankan pada aspek pembinaan pedagang. Artinya BBPOM Pontianak memberikan informasi kepada pedagang, bahwa produk yang disita adalah produk yang tidak memiliki ketentuan izin edar.

Upaya jalur hukum diakui Hendry belum ditempuh pihaknya untuk saat ini. Namun, bila memang masih membandel, para pedagang yang kedapatan menjual kembali, bisa diproses ke meja hijau.

“Sebenarnya kita masih pembinaan, cuma kita bikinkan surat pernyataan bahwa yang jual tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Kalau masih melakukan, kita akan tempuh jalur hukum. Kita limpahkan ke bidang penindakan,” terangnya.

Proses lebih lanjut dari penertiban ini, kata Hendry, bisa berupa pemusnahan yang dilakukan oleh pemilik sarana, disaksikan oleh petugas BBPOM Pontianak.

Saat ini, kata Hendry, kosmetik memiliki tren kenaikan pelanggaran dibandingkan dengan produk pangan. Diduga karena gaya hidup masyarakat yang tidak bisa lepas dari kosmetik.

Untuk itu, BBPOM Pontianak mengimbau masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa).

“Artinya semua informasi itu harus ada di produk kalau masyarakat ingin membeli, menggunakan, ingat 4 itu tadi,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...