Mayat Laki-laki dengan Celana Melorot Ditemukan di Sungai Kakap

Jenazah Musadikin (26), saat diperiksa tim Inafis Polresta Pontianak, Kamis (13/12/2018). Foto: Polsek Sungai Kakap.

Netizen.media – Sesosok mayat laki-laki ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil pick up milik warga, di Komplek Pasar Kakap, Jalan Raya Kakap, RT 02/RW 04, Dusun Nirwana, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, pada Kamis (13/12/2018) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Antonius Pardamean menjelaskan, mobil tersebut adalah milik salah seorang warga berinisial S. Jenazah pertama kali ditemukan oleh anak pemilik mobil, yang pagi itu ingin berangkat ke sekolah.

“Pada pagi hari ketika anak dari S ingin berangkat ke sekolah, membuka pintu mobil pick up, melihat ada seseorang yang terbaring di bawah jok mobil,” kata Anton saat dikonfirmasi.

Saat ditemukan, tampak celana jeans yang digunakan jenazah melorot hingga dengkul tanpa menggunakan alas kaki, dengan posisi badan tengkurap di bawah jok mobil.

Warga yang mengetahui hal ini, kata Anton, kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Mapolsek Sungai Kakap.

“Kita langsung mendatangi TKP. Setelah kita lakukan pengecekan, kita keluarkan dari mobil dan kita bawa ke Puskesmas Sungai Kakap,” lanjut Anton.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah, pihak kepolisian kemudian akhirnya mengetahui identitas yang bersangkutan. Diketahui laki-laki tersebut bernama Musadikin (26), warga Teluk Pakedai, Kuala Karang.

Jajaran Polsek Sungai Kakap juga kemudian mendatangi kediaman jenazah. Anton melanjutkan, berdasarkan keterangan dari orang tua Musadikin, diketahui pria yang belum memiliki pekerjaan tersebut ternyata mengalami gangguan kejiwaan, dan pergi dari rumah sekitar sebulan yang lalu.

“Bahwa yang bersangkutan sudah lebih dari satu bulan meninggalkan rumah. Tidak pulang ke kuala karang,” paparnya.

Masih menurut Anton, pria tersebut kata dia kerap dilihat masyarakat sekitar berjalan-jalan di pasar dan tidur di jalan.

Sementara dari pemeriksaan tim Inafis Polresta Pontianak, Anton mengatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.

Pihak kepolisian, lanjutnya, masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini untuk mengetahui penyebab kematian dan mendalami kasus.

“Tergantung dari pihak keluarga korban mau atau tidak melakukan autopsi. Kedepannya kita akan melakukan pendalaman, baik dari saksi yang mengetahui, keluarga korban. Kita mengharapkan permasalahan ini cepat tuntas,” tutupnya.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...