Kapolresta Peringatkan Jangan “Main” Gas Melon

Satu Pelaku Sudah Ditangkap

Kapolresta Pontianak Kombes Anwar Nasir dan Wakasat Rumah Iptu M.Resky Rizal saat menunjukan barang bukti . FOTO: Netizen.media

Netizen.media – Kapolresta Pontianak Pontianak Kombes Pol M Anwar Nasir memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang mencoba untuk bermain atau melakukan penyimpangan dalam pendistribusian Elpiji 3 Kilogram di wilayah hukumnya.

“Untuk mengantisipasi penyelewengan, kami akan meningkatkan pengawasan di agen-agen, agar penyaluran tabung gas tepat sasaran,” kata Anwar, Kamis (20/12/2018).

my home

Ucapannya bukan sekedar peringatan. Salah satu permainan berhasil diungkap pihaknya di Jalan Arteri Supadio Pontianak dengan barang bukti 50 tabung Elpiji Melon yang diperuntukkan masyarakat miskin tersebut. 

“Berawal dari kelangkaan dan harga yang melambung hingga Rp30 Ribu, kita langsung melakukan penyelidikan,” ujar Anwar.

Dari penyelidikan tersebut, pihaknya menemukan satu unit mobil pikap yang sedang melintas di Jalan Arteri Supadio Pontianak. “Pikap itu mengangkut 40 tabung gas tanpa izin dari Pemerintah,” jelas Anwar.

barang bukti gas elpiji 3 kg diamankan kepolisian dari pelaku

Berdasar keterangan sopir, YB. Pemilik tabung gas ini adalah YSA, warga Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Akhirnya terus dilakukan pengembangan hingga di kediaman YSA. 

“Di sana kita menemukan 10 tabung gas lagi. Kemudian YSA beserta barang bukti itu langsung kita giring ke Mapolresta Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Anwar.

Lanjut Anwar mengatakan, usai dilakukan pemeriksaan, YSA langsung ditetapkan sebagai Tersangka, karena melanggar Pasal 53 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 (UU 22/2001) tentang Minyak Gas (Migas) dengan ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda Rp30 Miliar.

Sementara itu, pengakuan pelaku kepada kepolisian, bahwa puluhan Elpiji Melon itu dibelinya dari perusahaan seharga Rp14.500 per tabung dan kembali dijual kepada pedagang di Rasau Jaya seharga Rp19.500.

Dalam menjalankan aksinya itu, ternyata YSA dipermudah orang dalam perusahaan. “YSA sudah delapan bulan menjalankan usaha tanpa izin ini,” ungkap Anwar.

Selama menjalan usaha ilegalnya ini, lanjut Anwar, pelaku berhasil meraup keuntungan Rp14,4 Juta. “Kita pastikan akan mengembangkan kasus ini sampai ke perusahaan yang menjual tabung gas terhadap pelaku,” pungkasnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...