Razia Malam Tahun Baru, BNN Pontianak Cuma Ngegap THM

Razia BNN di Rain Luxury Club
BNNK Pontianak merazia Rain Luxury Club. Petugas melakukan tes urine kepada ladies club.

Netizen.media – Dari puluhan Tempat Hiburan Malam (THM), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak hanya merazia dua di antaranya pada malam Tahun Baru 2019. Yakni Kapuas Dharma Karaoke dan Rain Luxury Club. Anomali.

Bukan hanya kuantitas yang lemah, pemilihan waktu razia dinilai tidak tepat sasaran. Padahal, Deputi Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari sudah memerintahkan Kepala BNN Provinsi, Kabupaten dan Kota merazia tepat pada malam pergantian tahun.

my home

“Kami perintahkan untuk melakukan pengawasan, kontrol dan sekaligus melakukan upaya-upaya mengurangi penggunaan Narkoba di malam tahun baru,” rilis Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/11/2018).

Operasi cipta kondisi BNN Kota Pontianak terkesan sebagai kegiatan seremoni. Pasalnya, lembaga pemberantasan obat-obatan terlarang ini tidak memiliki target dan sasaran. Baik dari jumlah warga yang diperiksa sampai jumlah THM.

Lazimnya, razia THM dilakukan pada malam hari. Mulai Pukul 24.00 – 04.00 WIB. Sebab, di waktu inilah para pemakai Narkoba mulai beraktivitas di Diskotek dan Room Karaoke. Tetapi BNNK Pontianak malah memulai ketika waktu baru menunjukan pukul 20.00 WIB.

Irjen Pol Arman Depari
Irjen Pol Arman Depari

Kepala BNN Kota Pontianak, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Sudiman berdalih, merazia di waktu awal sengaja dipilih untuk mengantisipasi peredaran Narkoba lebih dini.

“Karena kalau dirazia di tengah malam, itu sifatnya represif (menindak). Ini sifatnya lebih pada pencegahan. Jadi kami mencegah, jangan sampai Narkoba masuk di tempat hiburan malam,” aku AKBP Agus kepada awak media, usai kegiatan, Senin (31/12/2018) malam.

AKBP Agus berkesimpulan, merazia di waktu awal juga bertujuan memberikan terapi kejut kepada THM lainnya. BNNK Pontianak berangan-angan, dengan begitu, pengguna Narkoba ketakutan.

THM pertama yang dirazia adalah Kapuas Dharma Karaoke di Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan. Lucunya, pasukan BNN hanya melakukan tes urine terhadap lima Ladies Club (LC). Padahal ada puluhan wanita seksi di situ.

BNNK Paranormal?

Bagaikan paranormal, AKBP Agus mengaku, bisa mengetahui LC yang berpotensi menggunakan Narkotika. Makanya, ia hanya memilih lima dari puluhan ladies. “Karena kita bisa melihat, dari beberapa LC, mana yang ada indikasi-indikasi,” sebutnya.

Kepala BNNK Pontianak, AKBP Agus Sudiman
Kepala BNNK Pontianak, AKBP Agus Sudiman

Lima LC dari puluhan wanita berpakaian seksi itu tidak terdeteksi menggunakan zat berbahaya. BNNK Pontianak pun berkesimpulan KD Karaoke bebas Narkoba malam itu.

AKBP Agus dan pasukan lalu bergeser ke kawasan Perdana Square. Kali ini Rain Luxury Club diperiksa. Di THM milik pengusaha bernama Aga ini, BNN tidak menemukan apa-apa.

AKBP Agus hanya memeriksa lantai dasar dari empat lantai. Tetapi, pegawai Rain Luxury Club berinisiatif membawa pasukan BNN ke room per room di lantai tiga. Di situ ditemukan dua room berisikan lima pengunjung pria dan lima ladies.

Mereka di dua room yang baru masuk dan baru memesan bir itu lantas diperiksa urine-nya. Petugas BNNK Pontianak tidak menemukan penggunaan Narkoba.

“Dari hasil pemeriksaan tadi, sampel yang kami ambil masih negatif. Mudah-mudahan tidak ada sama sekali (pengunjung lain yang positif), harapan kami begitu,” katanya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...