Ini Pengakuan Bocah yang Ketangkap Ngelem di Toilet SD

Salah satu bocah tanyakan undang-undang ngelem

Barang bukti lem dan kelima bocah, saat diamankan di Pos Polisi Alianyang, Rabu (02/01/2019) sore. Netizen.media

Netizen.media – Dua dari lima bocah tanggung yang diamankan Polsek Pontianak Kota karena ngelem di toilet SD Negeri 28 Pontianak, Jalan Putri Dara Hitam, Pontianak Kota, pada Rabu (02/01/2018) sore, mengaku sudah dua kali ngelem di tempat yang sama.

“Sudah dua kali. Saya sama dia. Minggu kemarin sama hari ini,” kata bocah SD itu sembari menunjuk teman satu sekolahnya, saat diamankan di Pos Polisi Alianyang.

my home

Sementara tiga yang lain, yang semuanya adalah siswa SMP, mengaku baru satu kali mencoba ngelem.

Kelima bocah ini mengaku patungan untuk membeli dua, dari tiga kaleng lem yang disita, dan sat pack kantong plastik bening. Mereka membeli barang tersebut di warung sekitar sekolah. Sementara satu kaleng lain, dijelaskan mereka, dibawa oleh dua orang teman yang berhasil kabur.

Dua orang temannya yang kabur itu, dikatakan para bocah, pamit pergi dan tak bilang ke mana, sesaat sebelum penggerebekan, dan menyuruh yang lain untuk menunggu.

“Harga (lem) Rp 9 ribu, kantong plastik Rp 2 ribu. Beli dua kaleng. Kalau lagi banyak duit bisa 4 kaleng,” tuturnya.

Bocah berwajah polos ini melanjutkan, dirinya diajari ngelem oleh kedua temannya yang melarikan diri itu. Sebelumnya, ia mengaku mendapatkan pesan di Facebook dari salah seorang yang berhasil kabur, yang berisikan ajakan untuk ngelem di SDN 28.

“Dia bilang, yok cak yok (ngelem),” katanya lagi.

Ketika ngelem, mereka mengaku rasanya enak, meski terasa pusing. “Rasanya pedas-pedas terus pusing, kalau udah mengkhayal baru enak,” paparnya.

Ada hal menarik kita petugas memeriksa mereka di Pos Polisi Alianyang. Salah satu dari bocah ini sempat membela diri dengan mengatakan bahwa perbuatan ngelem tidak diatur dalam undang-undang.

“Dia bilang mana ada undang-undang nya, Pak,” kata petugas menirukan perkataan bocah 14 tahun.

Terpisah, Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam menuturkan, setelah melakukan pemeriksaan, Ia meminta jajaran untuk mengembalikan kelima anak kepada orang tuanya.

“Inikan masih anak di bawah umur, dikhawatirkan kesehatannya. Kita kembalikan kepada orang tua,” kata Abdullah dihubungi via pesan WhatsApp, Rabu (02/01/2019) malam.

Para wali maupun orang tua dari kelimanya, kata Abdullah, sudah dipanggil dan diberikan arahan agar lebih membimbing anak mereka.

“Kita sudah panggil orang tua mereka. Kita berikan imbauan agar lebih membimbing anak, memberikan pendidikan agama, dan lebih peduli,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...