Lima Bocah Kepergok Ngelem di Toilet SD

Warga sudah sering peringatkan

Barang bukti lem yang digunakan lima bocah untuk mabuk. Foto: Netizen.media

Netizen.media – Lima bocah laki-laki, yang terdiri dari 3 siswa SMP dan 2 siswa SD, kedapatan ngelem di toilet SD Negeri 28, Jalan Putri Dara Hitam, Pontianak Kota, pada Rabu (02/01/2019) sore.

Kelima bocah tanggung berusia 12 dan 14 tahun tersebut diamankan oleh warga, bersama dengan 3 kaleng lem 70 gram dan sejumlah kantong plastik bening.

my home

Salah seorang warga yang tinggal tepat di belakang SD tersebut, Fahmi Ahyar menjelaskan, sekitar pukul 11.30 WIB dirinya mendengar suara berisik dari depan rumahnya.

“Saya keluar rumah, saya ngintai. Soalnya ada ribut-ribut di depan rumah,” katanya saat ditemui awak media di kediamannya.

Saat mengintip dari belakang pagar sekolah itu, Ahyar melihat beberapa bocah tengah asik ngelem sembari tertawa. Dirinya kemudian bergegas ke rumah Ketua RT setempat dan warga lain untuk melaporkan.

“Ketika saya lihat mereka lagi ngelem, saya biarkan. Saya lapor ke pengurus RT jam setengah 3 (14.30 WIB), soalnya pengurus RT baru pulang jam segitu. Saya juga lapor ke orang depan (sekolah),” ceritanya.

Ahyar melanjutkan, warga yang sudah berkumpul kemudian menciduk para bocah ini. Dua orang berhasil kabur sebelum warga datang.

“Akhirnya saya kejar sama warga. 5 orang dapat, 2 lari. Cuma saya tidak sempat lihat (yang lari),” ungkapnya.

Ketua RT, lanjut Ahyar, kemudian memutuskan untuk melaporkan hal tersebut kepada Polsek Pontianak Kota. Petugas datang sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian bocah ngelem di lingkungan SDN 28 ini, diakui Ahyar, bukan pertama kalinya. Dirinya dan warga sering kali mendapati bocah-bocah ngelem di sekolah itu.

“Sering. Biasa mereka juga di kantin sekolah. Puluhan kali ada dari dua bulan terakhir ini,” terangnya.

Bocah-bocah ini, lanjut Ahyar, biasanya ngelem siang hari di hari libur. Warga juga sering mendapati mereka nge-fly malam hari, tepatnya di malam Minggu. Tak hanya bocah laki-laki, biasanya juga ada perempuan.

Warga sekitar pun tak hanya diam. Anak-anak ini kerap kali diperingatkan untuk tidak lagi mengelem. Namun, selalu diulangi terus. Warga yang resah akhirnya melaporkan kejadian terakhir kepada pihak berwajib. Beberapa anak yang sering dipergoki warga, papar Ahyar, mengaku sebagai warga sekitar dan menempuh pendidikan di SD tersebut.

“Warga sering kasi tahu (peringatkan). Kalau warga kasi tahu mereka langsung lari. Melaporkan ke Polisi baru pertama kali,” timpalnya.

Hal senada juga diungkapkan Wagino, warga yang tinggal tepat di depan SDN 28. Ditemui di rumahnya, bocah-bocah ini, kata dia, sudah sering dipergokinya langsung saat tengah ngelem. Ia bahkan mengusir dan mengambil lem anak-anak itu.

“Udah sering mereka. Itu ada sisa-sisa lemnya,” katanya sembari menunjukkan lem yang disitanya kepada awak media.

Purnawirawan Polisi yang dulu bertugas di Polsek Pontianak Barat ini juga mengungkapkan, bahwa saat digerebek warga, bocah-bocah ini tidak melarikan diri karena sudah terlihat teler.

“Saat kejadian saya lagi main catur. Tiba-tiba ada warga ngelapor ada anak ngelem. Kita gerebek. Pas digerebek tidak lari, kemungkinan sudah berat dia,” paparnya.

Kelima bocah ini kemudian dibawa petugas menuju Pos Polisi Alianyang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...