Aksi Penggalangan Dana di Jalan Langgar Perda

 Perdebatan antara Satpol PP Kota Pontianak dan pihak penggalang dana saat upaya penertiban, di simpang empat Jalan Gajahmada-Pattimura, Jumat (04/01/2019) sore. Netizen.media

Netizen.media – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menertibkan aksi penggalangan dana, di simpang empat lampu merah Jalan Gajahmada-Pattimura, Jumat (04/12/2019) sore.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana mengatakan, aksi penggalangan dana untuk korban bencana tsunami Banten-Lampung, yang diinisiasi Ikatan Keluarga Besar Khatulistiwa Plaza itu melanggar Peraturan Daerah (Perda). 

my home

“Yang minta sumbangan itu, untuk di jalan-jalan tidak dibolehkan. Karena memang Perda mengatur seperti itu,” kata Adriana. 

Perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 1 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Di mana dalam Pasal 41 ayat (1) huruf c mengatakan, setiap orang atau badan dilarang meminta bantuan atau sumbangan dengan cara atau alasan apapun, baik dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama di jalan, angkutan umum, rumah tempat tinggal, kantor, dan tempat umum lainnya kecuali atas izin tertulis dari Kepala Daerah.

Sempat terjadi perdebatan antara pihak Satpol PP dan penggalang dana saat itu. Hingga akhirnya, pihak penggalang dana berjanji menghentikan aktivitas tersebut sebelum malam.

Adriana mengatakan, apa yang dilakukannya dan jajaran adalah sebagai bentuk sosialisasi.

“Kami selalu mensosialisasikan. Seperti tadi juga wujud sosialisasi kami. Jadi kita tidak akan membiarkan, jika kita lewat di tempat tertentu melihat ada pelanggaran tetap kita tegur,” paparnya.

Ia tidak mempermasalahkan niat baik komunitas tersebut, hanya saja menurutnya cara yang dilakukan tidak sesuai dengan Perda.

“Pada dasarnya carilah tempat yang dibolehkan. Artinya tidak menggangu jalan umum. Simpang-simpang jalan itu kan mengganggu,” terangnya.

“Masih banyak jalan lain. Sekarang kan sudah bisa langsung menuju ke rekening,” timpalnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan penggalangan dana agar tidak melanggar peraturan.

“Silakan untuk peduli, karena peduli itu perlu. Tetapi jangan sampai melanggar aturan. Karena Pemerintah Kota sudah memiliki Perda yang mengatur tentang itu. Sanksinya bisa Tipiring,” kata Adriana. 

Sementara itu Koordinator Aksi Penggalangan, Sulaiman enggan berkomentar banyak terkait persoalan ini. “Tidak usah banyak komentar apapun, tujuan kami bukan untuk pribadi. Kami hanya galang dana untuk yang terkena musibah,” singkatnya. 

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...