3 Kali Setubuhi Anak di Bawah Umur, Seorang Duda Dihadiahi Timah Panas

Kenal dari Facebook

AN (29) terbaring tak berdaya di ruang tahanan RS Bhayangka Pontianak, Sabtu (05/01/2019). Netizen.media

Netizen.media – Seorang duda pelaku pencabulan anak di bawah umur berinisial AN, harus merasakan timah panas dari petugas kepolisian, lantaran mencoba melarikan diri saat diringkus di sebuah rumah kontrakan, di kawasan Sungai Kakap, Kubu Raya, Jum’at malam (04/01/2019).

Dirinya diduga melakukan tindak asusila terhadap NF (17), warga Gang Nirbaya, Kota Baru, Pontianak.

my home

Wakasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Iptu Muhammad Rizal menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan ayah korban, yang tak terima anaknya dicabuli oleh AN.

“Setelah menerima informasi, kita langsung melakukan penyelidikan. Unit Jatanras tanggal 4 Januari langsung melakukan penangkapan di rumah kontrakan tersangka,” kata Iptu Rizal, saat konferensi pers di Mapolresta Pontianak Kota, Sabtu (05/12/2018) siang.

Saat ditangkap, pelaku dikatakan Rizal mencoba melarikan diri. Hingga petugas memberikan tembakan terukur ke arah kedua betis AN. Dirinya kemudian digiring ke RS Bhayangkara Pontianak.

Saat diinterogasi, AN mengaku telah tiga kali menyetubuhi gadis 17 tahun itu. Diantaranya yakni pada tanggal 31 Desember, 1 Januari, dan 3 Januari, di kontrakan tersangka.

Sebelumnya, kata Iptu Rizal, pelaku mengenal korban melalui media sosial Facebook. Singkat cerita, hubungan keduanya mulai berlanjut, hingga AN mengelabui korban dengan iming-iming hendak menikahi. Korban yang termakan bualan akhirnya berhasil disetubuhi AN.

“Dari situlah tersangka mulai mengelabui korban dengan kata-kata akan dinikahi. Sehingga korban mau diajak bersetubuh,” tambahnya.

Tak hanya itu, setelah melakukan penyelidikan lebih jauh, diketahui AN juga pernah terlibat dalam sejumlah kasus tindak pidana lain. Ia juga pernah mengaku sebagai TNI untuk mengelabui orang dalam melakukan tindak pidana.

“Diantaranya 6 tindak pidana tipu gelap sepeda motor, dan 3 tindak pidana tipu gelap handphone. Semuanya kita proses,” tegas Iptu Rizal.

Tindak pidana tersebut, kata Iptu Rizal, dilakukan AN disejumlah lokasi. Yakni Pontianak, Mempawah, Kubu Raya, dan Landak.

Ke depan, Polresta Pontianak Kota akan melakukan koordinasi dengan Polres lain untuk menyelidiki kasus-kasus tersebut.

Khusus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, AN terancam dengan pasal 81 ayat 2, UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 milyar.

Pihak kepolisian turut mengamankan pakaian korban dan pakaian tersangka saat digunakan melakukan tindak pidana tersebut.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...