Polda Kalbar Gulung Jaringan Narkoba Internasional

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian. Foto: Ditresnarkoba Polda Kalbar.

Netizen.media – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar berhasil mengamankan empat orang yang terlibat kasus tindak pidana narkotika jaringan internasional, pada akhir penutupan tahun 2018 lalu.

Para pelaku terbagi dari 3 orang laki- laki dan 1 wanita, yang diketahui memiliki peran masing-masing dalam kasus ini. Antara lain yakni sebagai bandar, pengedar, dan juga pengguna.

my home

KBO Ditresnarkoba Polda Kalbar, AKBP Adi Tri mengatakan, penangkapan tersangka narkoba ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat tentang adanya pengguna narkoba di wilayah Tanjung Hulu, Pontianak Timur. Kemudian juga berdasarkan data manual yang dimiliki Ditresnarkoba Polda Kalbar melalui penyidikan yang telah dilakukan di wilayah tersebut.

“Tim sempat melakukan penyidikan beberapa hari. Setelah data dan bukti cukup kuat, kemudian tim melakukan penggeledahan di rumah yang diduga sebagai gerbong narkoba. Di lokasi tersebut, berhasil didapati narkotika jenis sabu seberat 100 gram yg disimpan di dalam sebuah kantong plastik transparan yang dipakai oleh pasangan suami istri dengan inisial PA dan TS,” paparnya saat dikonfirmasi di Dit Sabhara Polda Kalbar, Jum’at (04/01/2018) sore.

Adi melanjutkan, setelah berhasil meringkus kedua pasangan suami istri tersebut, tak lama kemudian sepupu dari tersangka PA, dengan inisial HS, ke rumah tersebut dan langsung digeledah oleh petugas. Hasilnya, tim juga menemukan adanya barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 0,5 gram disaku belakangnya.

“Alhasil kita juga tetapkan dia sebagai tersangka,” lanjutnya.

Setelah dilakukan pengembangan dan interogasi, AKBP Adi Tri mengatakan, tersangka PA mengaku mendapat barang tersebut dari salah satu kenalannya berinisial JM, yang tinggal di wilayah Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat. Mendengar kabar itu, tim memaksa PA untuk memberitahu kediaman JM, dan bergegas ke lokasi yang diberikan.

“Setelah dipaksa buka suara, dia mengaku dan tim langsung bergegas ke TKP di Gang Bukit Raya,” katanya.

Setelah sampai di rumah tersangka JM, tim langsung melakukan penyelidikan di lokasi tersebut untuk memastikan kebenaran terkait adanya narkotika. Hasilnya didapati barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 1,8 kilogram dan ganja seberat 2 kilogram. Selain itu, petugas juga turut mengamankan barang bukti lain seperti pil inex dan ekstasi.

“Dari hasil penggeledahan dirumah tersangka JM, total ada lebih dari 1,9 Kilogram narkotika jenis sabu, dan 2 Kilogram ganja kering. Serta beberapa butir pil inex dan ekstasi,” ungkapnya.

Dari hasil interogasi terhadap JM, diketahui dirinya merupakan bandar narkoba di daerah Pontianak. Tersangka mengaku barang yang didapatnya berasal dari negara tetangga, Malaysia. Barang haram ini diduga diselundupkan JM lewat jalur darat dan air.

Lebih lanjut, JM mengaku akan memasarkan narkoba tersebut di wilayah Kalbar. Dia juga berkata, berdasarkan pengakuan bandar sudah ada jalur yang dianggap aman dari pantauan petugas perbatasan maupun petugas keamanan darat.

“Untuk menyebarkan barang ini, mereka sudah punya orang kepercayaan diberbagai peran. Jadi sudah ada tugas masing-masing mulai dari bandar utama, pengirim, penerima, bahkan ada yang bertugas untuk memastikan barang aman sampai tujuan,” terang AKBP Adi.

Untuk hukuman yang akan dijatuhkan kepada ke empat tersangka, sejauh ini masih dalam tahap penyidikan. Mengingat peran dari setiap tersangka berbeda, mulai dari bandar, pengedar, dan pengguna.

“Untuk hukuman masih dalam tahapan lebih lanjut, tergantung dari tingkat pidana yang dilakukan dari bandar, pengedar, maupun pengguna,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...