Pelaku Usaha Kuliner Tak Keberatan Disidak Satpol PP

Petugas saat menemukan tabung gas melon di salah satu warung makan, di kawasan Jalan Ir. Haji Juanda, Pontianak, Senin (07/01/2019) sore. Netizen.media

Netizen.media – Para pelaku usaha kuliner yang diinspeksi mendadak oleh Satpol PP Kota Pontianak, pada Senin (07/01/2019) sore, mengaku tidak keberatan dengan kegiatan tersebut.

Seperti yang dikatakan Joko (33), salah satu karyawan Rumah Makan Lamongan Pak Ari. Menurutnya, razia memang sepatutnya dilakukan guna memberikan kesadaran kepada pelaku usaha kuliner.

my home

“Gimana ya. Kita tahu lah 3 kilogram ini kan jatah rumah tangga. Intinya sadar lah para pelaku usaha lain itu,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan.

Ia menambahkan, rumah makan tempatnya bekerja sudah jauh-jauh hari tidak menggunakan gas elpiji melon. Saat ini, pecel ayam dan pecel lele yang dijual di sana digoreng menggunakan gas elpiji 5,5 kilogram berwarna merah muda.

“Dari agen sudah memberi tahu. Sudah bertahun-tahun kita pakai gas ini (elpiji 5,5 kilo). Sebelum razia kemarin, kita sudah lama pakai ini,” ujarnya sembari menunjuk tabung gas merah muda.

Tak berbeda, hal senada juga diakui Agus Supriyadi (30), karyawan di Warung Makan Mas Anwar Solo Berseri. Dirinya juga menyambut baik langkah yang dilakukan Satpol PP, meski warung makan tempatnya mencari nafkah disidak oleh petugas, Ia mengaku tak keberatan dan akan mendukung langkah tersebut.

“Kalau disuruh ganti, ya kita ganti lah. Daripada ada masalah. Walaupun harganya sedikit mahal, tidak apa-apa lah,” tukasnya.

Agus juga mengaku tak tahu terhadap larangan penggunaan gas elpiji kemasan tiga kilogram di tempat usaha beromzet lebih dari Rp 800 ribu per hari. Ia mengatakan baru mengetahui saat petugas mendatangi tempatnya berjualan.

“Kita belum tahu kalau ini dilarang. Baru tahu ketika Satpol PP datang lah tadi,” akunya.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Pontianak melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang menyisir sejumlah pelaku usaha kuliner yang masih menggunakan tabung gas melon di tiga Kecamatan. Ketiga kecamatan tersebut yakni Pontianak Kota, Pontianak Selatan dan Pontianak Timur. Dari ketiga wilayah tersebut, petugas hanya mendapati satu warung makan yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...