MOI akan Subsidi Pembuatan Legalitas Media Online

Diskusi Interaktif MOI di Gardenia Resort Kubu Raya, Kamis (10/01/2019). Netizen.media.
Diskusi Interaktif MOI di Gardenia Resort Kubu Raya, Kamis (10/01/2019). Netizen.media.

Netizen.media – Media Online Indonesia (MOI), organisasi pengusaha media yang baru dideklarasikan pada 27 September 2018, akan memberikan subsidi hingga lebih Rp4 Juta untuk legalitas atau pembuatan Perseroan Terbatas (PT) setiap Media Online.

“Untuk Akta Notaris dan SK Menhukham yang dibuat di Jakarta,” kata Rudi Sembiring Meliala, Ketua Umum Pimpinan Pusat MOI, ketika Diskusi Interaktif di Gardenia Resort Kubu Raya, Kamis (10/01/2019).

my home

Seperti diketahui, Dewan Pers mewajibkan setiap Media Online berbadan hukum minimal berbentuk PT. Untuk pembuatannya rata-rata membutuhkan biaya hingga Rp7 Juta lebih. Belum termasuk proses pengurusannya kalau sampai bolak balik ke Jakarta.

Dengan subsidi dari MOI, tambah dia, maka setiap pengusaha Media Online hanya akan mengeluarkan biaya sekitar Rp3 Juta untuk membuat PT.

Langkah MOI ini sebagai jawaban atas masalah banyaknya Media Online yang belum memiliki badan hukum seperti yang disyaratkan Dewan Pers.

Rudi mengungkapkan, sesuai ekspos Dewan Pers beberapa tahun lalu, diketahui terdapat sekitar 43.000 Media Online di Indonesia. Hal sebagai dampak pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, hanya 200 Media Online yang berbentuk PT. “Berarti ada sekian ribu lagi yang membutuhkan pembinaan, penguatan dan pemberdayaan,” kata Rudi.

Bertolak dari kondisi tersebut, kata Rudi, dideklarasikanlah MOI, sebagai wadah bagi Media Online di Indonesia, baik yang sudah berbadan hukum ataupun belum.

“Pemilik website yang belum mempunyai izin saja kita rangkul, untuk bisa dibina. Target kita, memfasilitasi pengadaan perusahaan pers,” ujar Rudi.

Pembuatan badan hukum ini, jelas dia, sebagai bentuk upaya untuk memenuhi tuntutan masyarakat di alam demokrasi ini, agar pers profesional.

river x
Komentar
Loading...