Nugra Irianta Arahkan Ibu-ibu Rumah Tangga Jadi Pengusaha  

Nugra Irianta berfoto bersama ibu-ibu desa
Nugra Irianta berfoto bersama ibu-ibu Desa Dalam Kaum

Netizen.media – Supaya masyarakat Kabupaten Sambas makmur, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sambas, Nugra Irianta menyarankan, agar kaum ibu-ibu rumah tangga ikut membangun ekonomi keluarga.

Menurutnya, kalau hanya mengandalkan suami yang mencari nafkah, ekonomi keluarga cenderung sulit meningkat. Keterlibatan kaum emak-emak dalam membangun ekonomi keluarga diprediksi efektif menambah kesejahteraan.

my home

“Saya kira, ibu-ibu rumah tangga perlu memiliki wadah untuk mencari uang tambahan,” ucap Nugra usai membentuk organisasi membangun ekonomi ibu rumah tangga di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Selasa (18/12/2108).

Nugra mengatakan, ibu-ibu rumah tangga tidak perlu melakukan pekerjaan berat untuk membantu suami mencari nafkah. Cukup dengan memulai membuka usaha rumahan atau jadi pengusaha.

“Hanya dengan melakukan hal kecil-bisa menghasilkan uang. Misalnya, ibu-ibu bisa menggoreng kerupuk, membuat kemasan air minum dan usaha lain-lain,” katanya.

Dengan membuka usaha rumahan, tanggungjawab ibu-ibu sebagai istri untuk suami dan emak bagi anak-anak, tidak lepas. “Ibu-ibu tetap bisa menjalankan perannya dalam keluarga,” tuturnya.

Nugra saat memaparkan program untuk ibu-ibu rumah tangga
Nugra saat memaparkan program kepada ibu-ibu rumah tangga

Saat bertemu puluhan ibu-ibu di desa, Nugra menawarkan konsep usaha rumahan atau yang sering disebut Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia mengajak dan menggugah para Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk memulai jadi pengusaha kecil.

Politisi Partai Gerindra itu juga bersedia memberikan bantuan kepada IRT yang mau memulai usaha. “Saya bisa bantu menyediakan sarana penunjang. Seperti kompor, minyak goreng, kuali, alat perasan kemasan dan lain-lain. Tergantung jenis usaha yang mau mereka gerakan,” ungkapnya.

Usaha rumahan itu bisa diolah dan diproduksi di rumah sendiri. “Produk itu kemudian dikemas dengan kemasan yang sederhana. Kami kemungkinan juga menyiapkan orang yang mau membeli produk ibu-ibu. Selanjutnya akan dijual kembali ke pasar,” jelasnya.

Calon Legislatif DPRD Provinsi Kalbar ini berpendapat, tugas seorang ibu sangat berat. Ia khawatir, ibu-ibu tidak memiliki banyak waktu untuk memasarkan produknya. Apalagi harus menjaga dagangannya.

Untuk menyiasati hal ini, Nugra mengarahkan cara berdagang yang memudahkan para IRT. Misalnya, mencari distributor yang mau menyalurkan barang-barang olahan ibu-ibu.

“Meski produksinya secara rumahan. Kualitas produksi dari ibu-ibu tetap dijaga. Supaya diterima pasar mudah untuk dipasarkan,” urainya.

Nugra Irianta
Nugra Irianta menerima usulan ibu-ibu.

Nugra berpandangan, saat ini, khususnya di Kabupaten Sambas masih banyak program untuk kaum ibu-ibu yang tidak tepat sasaran. Terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran.

“Kita bisa lihat, program untuk membina IRT diadakan di akhir tahun. Bentuknya hanya seminar atau pelatihan-yang setelah itu, tidak ada menghasilkan manfaat,” kritiknya.

Ia menyebut, misalnya pelatihan menjahit. “Pelatihan jahit, tetapi tidak ada mesin jahitnya. Kalau ada mesin jahitnya, tidak ada pasarnya,” sesalnya.

Menurut Nugra, pemerintah harusnya serius membangun komunitas IRT. Jangan sebatas seremoni. “Kalau ada program, pemerintah bantu tentukan pasar, berikan bantuan mesin jahit. Kemudian bantu pasarkan barangnya,” katanya.

Tidak sekadar menyarankan atau menawarkan ide kepada IRT, Nugra berjanji untuk membantu mewujudkan keinginan ibu-ibu yang ingin mejadi pelaku UMKM.

“Saya bisa berkordinasi dengan dinas terkait untuk mendaftarkan kelompok wirausaha tersebut,” janjinya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...