Wahai Pak Gubernur…Tenaga Kontrak Masih Diperlukan

Suriansyah
Suriansyah

Netizen.media – Gubernur Kalbar, Sutarmidji memutuskan untuk menghentikan perekrutan tenaga kontrak. Kebijakan ini dinilai kurang tepat. Karena provinsi berisi 14 kabupaten/kota ini masih sangat membutuhkan tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

“Keberadaan tenaga kontrak, baik itu harian maupun bulanan, menurut perhitungan kami, masih diperlukan,” ucap Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Kalbar, kepada wartawan, Minggu (13/01/2018).

Seperti diketahui, Gubernur Sutarmidji menyetop perekrutan tenaga kontrak dengan alasan jumlahnya sudah terlalu banyak, mencapai 1.618 atau sekitar 25 persen dari total ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.

Larangan penambahan tenaga kontrak itu juga dibarengi Midji–sapaan Sutarmidi–dengan akan menon-job-kan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak mengindahkan instuksinya ini.

Penghentian rekrutmen tenaga kontrak ini juga berlaku untuk tenaga pendidik dan kesehatan. Disertai pula dengan evaluasi kinerja tenaga kontrak yang sudah direkrut sejak sekitar 10 tahun terakhir.

Menurut Legislator Kalbar asal Kabupaten Sambas, Suriansyah, kebijakan mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu bukan suatu solusi untuk efisiensi anggaran.

Sebaliknya, lanjut Suriansyah, penyetopan rekrutmen tenaga kontrak tersebut justru akan memunculkan masalah baru di tengah terbatasnya jumlah ASN; saat ini kurang 4.500-an orang.

“ASN di Pemprov dan Pemkab masih belum mencukupi. Sehingga masih banyak membutuhkan tenaga kontrak seperti untuk bidang pendidikan, kesehatan, penyuluh pertanian, dan lainnya yang sangat urgen,” jelas Suriansyah.

Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalbar ini sepakat untuk penertiban tenaga kontrak. Tetapi idak sependapat untuk penyetopan rekrutmennya. “Ditertibkan saja, jangan sampai dikurangi apalagi ditiadakan,” kata Suriansyah.

Kalau sampai ditiadakan, tambah dia, niscaya pengangguran di Provinsi Kalbar ini akan semakin banyak dari saat ini. “Kalau ini terjadi, akan banyak dampak lainnya,” ingat Suriansyah.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...