Wow…Realisasi BPHTB Kubu Raya Capai 126,67 Persen

BPHTB
Ilustrasi-net

Netizen.media – Untuk kali pertama, realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Kubu Raya, pada Tahun Anggaran (TA) 2018 melampaui target secara signifikan.

“Ini menggembirakan, bisa melampaui target untuk pertamakali,” kata Supriaji, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kubu Raya, kemarin.

my home

Supriaji mengungkapkan, realisasi BPHTB Kubu Raya tahun lalu itu mencapai Rp67,7 Miliar atau 126,67 persen dari yang ditargetkan Rp55 Miliar.

BPHTB merupakan pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Perolehannya 2,5 persen dari nilai objek pajak.

Dahulu, BPHTB ini dipungut Pemerintah Pusat (Pempus). Tetapi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 (UU 28/2009) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), mulai 1 Januari 2011 dialihkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sejak mendapat kewenangan untuk memungut BPHTB, Kabupaten Kubu Raya baru terbilang sukses pada 2018. Karena realisasinya yang melampaui target. Sehingga kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sangat signifikan.

Supriaji menjelaskan, realisasi BPHTB melampaui yang ditargetkan ini, lebih dominan karena peralihan hak di sektor perkebunan, properti (perumahan), dan transaksi umum.

Selain BPHTB, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan-Perkotaan (PBB-P2), kata Supriaji, juga menjadi penyumbang besar bagi PAD Kubu Raya pada 2018. “Realisasi PBB-P2 mencapai Rp12,1 Miliar atau 101 persen dari target Rp12 Miliar,” ungkapnya.

Realisasi PBB-P2 tersebut diperoleh dari 367.000 Wajib Pajak (WP) yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya. “Selain karena pemutakhiran data, juga karena kita proaktif melakukan penagihan,” jelas Supriaji.

Selain itu, BPPRD Kubu Raya juga menerapkan Zona Nilai Tanah (ZNT) atau zonasi untuk menetapkan PBB-P2 melalui tim apraisal atau penilai. “Setiap zona, nilai per meternya berbeda,” tutup Supriaji.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...