Jalan Berlubang Lagi, Warga Sungai Ambawang Sering Kecelakaan

Pengendara melintas di dekat jalan rusak yang telah dibetulkan warga seadanya, di Jalan Trans Kalimantan, Kubu Raya, Jum’at (11/01/2019). Netizen.media

Netizen.media – Warga Desa Sungai Ambawang mengeluhkan kondisi ruas Jalan Trans Kalimantan yang terus mengalami kerusakan. Lubang-lubang di jalan diakui warga kerap bermunculan dan mengancam keselamatan jiwa pengendara.

Sidehri, warga setempat, mengaku kondisi ini sudah dialami warga sejak November tahun lalu. Ia menyebut dari sekian banyak kecelakaan yang terjadi di daerah itu, dan juga yang terjadi di Desa Jawa Tengah, faktor utamanya adalah kondisi jalan yang rusak.

my home

“Pengendara menghindari jalan rusak tadi sehingga terdempet kendaraan-kendaraan berat karena ini adalah jalan trans, akses antar Provinsi dan di sini juga alat-alat berat lewat. Itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa menghindari sehingga terjadi tabrakan,” tuturnya saat ditemui di lapak durian tempat ia berjualan, di pinggir jalan Trans Kalimantan, Jum’at sore (11/01/2019).

Kondisi jalan yang seperti ini, kata Sidehri, membuat warga khawatir. Terlebih jalan itu merupakan jalan akses utama antar Kabupaten bahkan antar Provinsi.

Meski sempat ada upaya perbaikan, Ia menilai mutu dan kualitas dalam perbaikan tersebut kurang baik dan terkesan asal-asalan.

Sidehri melanjutkan, bahkan pada bulan Agustus 2018 juga ada upaya perbaikan. Namun, karena tidak dilakukan secara baik, hasilnya tidak bertahan lama dan kembali rusak.

“Karena di wilayah ini sering terjadi kecelakaan, maka kami meminta dan berharap agar pemerintah selalu mengontrol setiap pengerjaan atau proyek-proyek perbaikan jalan ini,” harapnya.

Pengendara melintas di sebelah jalan yang tergenang. Netizen.media

Saat musim hujan, lobang-lobang jalanan tersebut, lanjutnya, tidak tampak karena tertutup genangan air. Inilah yang kerap memicu terjadinya kecelakaan.

“Tahun 2018 pernah dua kali perbaikan yang saya ketahui, cuma memang pengerjaannya tidak optimal, tidak dikontrol dengan baik, makanya jalan itu selalu rusak,” aku Sidehri.

Di tempat berbeda, Camat Sungai Ambawang, Muhammad Jaini menilai, jalan Trans yang merupakan jalur vital seharusnya lebih diperhatikan kondisinya oleh pemerintah setempat. Apalagi arus lalu lintas di jalan itu padat.

“Kondisi jalan yang baik saja sering terjadi lakalantas, apalagi jalan dalam kondisi yang rusak,” ujarnya.

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi bisa memperhatikan keadaan ini. Ia menilai pembetulan jalan mungkin bisa dilakukan dengan dana tanggap darurat jika memang ada.

Dirinya menambahkan, cepatnya jalan tersebut rusak lantaran faktor drainase yang tidak ada. Di samping itu, saat hujan datang air selalu tergenang di tengah jalan, sehingga menyebabkan daya tahan badan jalan menjadi cepat rusak.

“Harapan kita memang jalan itu bisa dibuat ada kemiringan sehingga air bisa tumpah ke tepi, agar tidak tergenang di tengah. Karena apabila air tergenang di tengah bisa menganggu kekuatan dari jalan itu sendiri. Bahkan dalam kondisi hujan panjang air tergenang cukup dalam di sana,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...