Kantor Gojek Pontianak Disegel Para Driver

Buntut kekecewaan regulasi baru

Para driver Gocar menyegel kantor Gojek Pontianak, di Jalan Uray Bawadi, Pontianak Kota, Senin (14/01/2019) siang. Netizen.media

Netizen.media – Puluhan driver Go Car melakukan aksi penuntutan terhadap PT Gojek, lantaran kecewa dengan sistem regulasi baru yang dinilai merugikan para driver, Senin (14/01/2019) siang.

Dalam aksi yang dilakukan di Kantor Gojek Pontianak, di Jalan Urai Bawadi, Pontianak Kota ini, massa menuntut PT Gojek untuk memberlakukan sistem lama kembali.

my home

Kumpulan massa juga menyegel kantor Gojek dengan gembok di akhir aksinya, karena tidak menemui titik terang dalam mediasi yang dilakukan dengan pihak manajemen.

Siswono, Koordinator aksi mengatakan, pada sistem terbaru ini, para driver mencium indikasi kecurangan yang disinyalir dilakukan dengan sengaja oleh PT. Go-Jek.

Dalam sistem tersebut, kata Abah, sapaan akrabnya, hanya sekitar 10 persen dari jumlah driver yang bisa mendapatkan orderan banyak, jika driver mencapai titik poin yang ditentukan.

“Jadi PT. Gojek ini menerapkan sistem insentif pada poin 10 dan poin 14. Jadi untuk 10 persen driver yang bisa mencapai poin itu, bisa mendapat sampai 20 orderan,” paparnya.

Sementara lanjut dia, sisanya ada sekitar 90 persen para driver Go Car lainnya yang tidak mendapatkan orderan yang memadai.

“Paling mendapatkan satu, dua, atau minimal di bawah 10 orderan yang dalam tanda petik mereka akhirnya tidak mendapatkan insentif dari PT. Gojek,” tambahnya.

Puluhan massa memadati kantor Gojek Pontianak. Netizen.media

Melihat kondisi tersebut, dirinya bersama rekan-rekan driver lainnya menyatakan menolak dan memberontak sistem baru yang sudah berlangsung selama satu bulan ini.

“Kami menolak, Kami memberontak, Karena dengan kecurangan ini. PT. Gojek meraup keuntungan yang berlimpah dari kami para driver. Sementara kami dari para driver merasakan sengsara, merasakan sakit yang berlebih dengan sistem orderan  seperti ini,” tandasnya.

Sejauh ini, Ia menuturkan setiap kali melakukan aksi dengan pihak manajemen Gojek Pontianak, hanya sebatas sampai diruang lingkup mediasi saja tanpa ada tindak lanjut, dan upaya penyelesaian. Dirinya pun mengaku dalam hasil mediasi yang telah dilaksanakan hingga kini belum menampakkan hasil yang diharapkan.

Dia menambahkan, apabila PT. Gojek tetap bersikukuh dan tidak mengembalikan aplikasi ke versi yang lama, massa meminta agar Go car di Pontianak ditiadakan, dan gojek angkat kaki dari Pontianak.

“Apabila PT Gojek tidak dapat mengembalikan ke versi yang lama dan melakukan pembagian orderan yang adil, maka kami minta semua orderan Go car di Pontianak ditiadakan. Kalau memang tidak ada tindak lanjut, kita mau PT. Gojek tutup dan angkat kaki dari Pontianak,” pintanya.

Perwakilan driver yang melakukan mediasi dengan pihak manajemen, turut disaksikan oleh Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam. Namun, dalam mediasi tersebut tidak didapatkan titik temu, sehingga massa melakukan tindakan dengan menyegel kantor Gojek dengan gembok untuk sementara.

Para driver saat menyegel kantor Gojek Pontianak. Netizen.media

Rama, salah seorang driver mengatakan, penyegelan kantor tersebut semata-mata sebagai bentuk nyata kekecewaan para driver.

“Kita lakukan ini untuk perjuangkan hak kami. Kalau dibiarkan mereka akan anggap usaha kita ini cuma angin lalu. Kalau tidak begini, sama saja kita menciderai perjuangan rekan-rekan kita selama ini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, setiap kali memprotes tentang regulasi pihak gojek selalu beralasan tentang  sistem, sistem dan sistem. Hal tersebut menurutnya  menjadi salah satu penyebab kian emosinya para driver sehingga harus mengambil langkah tegas berupa penyegelan, yang tujuannya menghentikan operasional gojek sementara.

“Setiap kali diprotes jawaban mereka hanya sistem, sistem, dan sistem. Mereka seakan tidak mau tahu apa keluhan driver,” keluhnya.

Kendati demikian dia menegaskan penyegelan itu hanya sementara sambil menunggu keputusan PT. Gojek Pontianak mengabulkan permintaan mereka.

Rama pun berharap pihak gojek dapat segera mengabulkan tuntutan-tuntutan yang dilayangkan dan lebih peka terhadap perasaan yang di alami para pekerjaannya.

“Dari uang bonus Rp 300 ribu dipotong jadi Rp 130 ribu, kita masih mau kerja. terus dipotong lagi jadi Rp 125 ribu, kita pun masih mau kerja. Dan yang terakhir, kita dipersulit dengan sistem baru yang merugikan ini,” katanya kecewa.

Terpisah, Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam mengatakan, proses mediasi masih belum menemukan titik terang. Hal tersebut karena dari pihak PT. Gojek Pontianak belum bisa menjawab tuntutan para driver, lantaran masih menunggu keputusan dari pusat.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam, saat berbicara kepada massa. Netizen.media

“Dari mereka bilang belum bisa memastikan. Karena semua harus didiskusikan dengan pusat dulu,” ungkapnya.

Terkait penyegelan, Abdullah menilai hal itu hanya sebagai bentuk protes lantaran para driver yang sering tak menemui hasil dalam setiap aksi yang dilakukan.

Pihak driver, lanjutnya, berjanji penyegelan ini hanya akan berlangsung sementara. Pihak Kepolisian pun akan selalu memantau situasi.

“Sudah konfirmasi penyegelan hanya simbolis luapan kekesalan dan bersifat sementara. Nanti akan dibuka,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...