5 Gedung Baru Untan Diresmikan Menristekdikti

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ke empat dari kiri), saat meresmikan gedung baru Untan, Jum’at (18/01/2019) pagi. Foto: Istimewa

Netizen.media – Sebanyak 5 gedung baru Universitas Tanjungpura Pontianak, yang merupakan proyek kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB), diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Jum’at (18/01/2019) pagi.

Peresmian tersebut dilakukan di gedung serba guna, yang juga termasuk dalam salah satu gedung baru.

Selain gedung serba guna, gedung baru yang lain diantaranya adalah gedung perpustakaan modern, laboratorium terpadu, dan dua gedung kelas bersama.

“Ini adalah dalam rangka untuk mendekatkan kualitas pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Dengan bertambahnya infrastruktrur, dosen yang di sekolah kan makin banyak yang menjadi gelar doktor, maka kekuatan perbandingan akan menjadi lebih baik,” kata Mohamad Nasir, usai acara.

Ke lima gedung ini merupakan bagian dari proyek seven in one atau 7in1 yang didukung oleh IsDB. Proyek 7in1 dirancang untuk memberikan kesempatan yang merata melalui pembangunan infrastruktur bagi tujuh universitas yang tersebar di wilayah Indonesia, meliputi Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Syiah Kuala.

Tak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan gedung-gedung baru di Untan ini mencapai triliunan rupiah, dengan waktu pengerjaan selama 11 bulan dimulai sejak 2017 silam.

“Total anggaran yang ada di paket 7 in 1 sekitar Rp 1,7 triliun sampai Rp 2,8 triliun adalah satu paket,” ungkapnya.

Dengan adanya gedung-gedung baru tersebut, Mohamad Nasir berharap proyek ini mampu meningkatkan keaktifan intelektual yang memicu berbagai ide dan kolaborasi baru di setiap pertemuan kuliahnya, sehingga Universitas Tanjungpura semakin unggul dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.

“Kalau infrastrukturnya jelek tidak mungkin bisa bagus (sistem pembelajaran). Ini yang harus kita siapkan dan harus sejalan antara hadware sama brandware, antara gedung, fasilitas gedung, infrastruktur, dan manusianya,” paparnya.

Menristekdikti juga meminta agar Untan terus meningkatkan akreditasi. Saat ini, dari 91 prodi yang terakreditasi, tercatat 14 prodi masih terakreditasi C, 70 prodi terakreditasi B, dan baru 7 prodi terakreditasi A.

“Semoga ke depannya Universitas Tanjungpura dapat terus meningkatkan mutunya (terakreditasi A), bahkan memiliki mutu yang diakui secara internasional,” harapnya.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...