Bukan Retorika, Tapi Soal yang Dirasakan Masyarakat

Calon Anggota DPR-RI, Subhan Noviar (berpeci hitam) berdialog dengan masyarakat Desa Lorong, Kabupaten Sambas, Jumat (15/02/2019).
Calon Anggota DPR-RI, Subhan Noviar (berpeci hitam) berdialog dengan masyarakat Desa Lorong, Kabupaten Sambas, Jumat (15/02/2019).

Netizen.media – Mendadak ketemu warga Desa Lorong, Kabupaten Sambas, Jumat (12/02/2019) malam, Subhan Noviar tidak kampanye asal kampanye layaknya Calon Legislatif (Caleg) kebanyakan, melainkan memberi pencerahan.

Mulai soal perpolitikan, mekanisme eksekutif dan legislatif hingga pencerahan untuk menumbuhkan perekonomian yang dapat meningkatkan taraf hidup berumah tangga.

Subhan yang menjadi Calon Anggota DPR-RI ini bukan sekedar beretorika, berpidato gegap gempita, ujuk-ujuk mengatakan “tolong dukung saya”. Bukan.

Pengusaha sukses ini lebih cenderung mendengarkan kalimat demi kalimat yang diucapkan masyarakat tentang permasalahan yang dihadapi sehari-sehari yang tidak pernah terselesaikan.

Subhan berdialog

Diskusi mengalir antara Subhan dengan maayarakat ini seolah di antara mereka sudah lama saling mengenal. Ide-ide cemerlang pun lahir dari Caleg Pusat Nomor 4 ini. Bukan menggurui, tetapi menuangkan buah pikiran yang menjadi solusi jitu.

“Bukan keinginan saya selaku Caleg, tetapi keinginan masyarakat. Itu yang harus saya kerjakan, kemudian perjuangkan. Semoga ada amanah dari masyarakat,” harap Subhan.

Ucapan itu langsung membuat masyarakat yang hadir semakin antusias menyampaikan unek-uneknya tentang legislator yang mereka pilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) sebelumnya.

Permasalahan yang dihadapi dan disampaikan sangat beragam. Sebut saja di bidang kesehatan, air bersih, pendidikan dan lainnya, semua diluapkan kepada Subhan.

Bahkan masyarakat juga menyampaikan, bahwa untuk Desa Lorong ini, telah memiliki dua Anggota DPRD Kabupaten Sambas dan satu di DPRD Provinsi Kalbar. Namun belum memberikan perubahan signifikan kepada masyarakat.

“Tidak ada air bersih. Kita hanya menggunakan air hujan. Kalau cuaca kemarau. Air bersih datang dijual kepada kami,” celetuk salah seorang warga.

Bukan hanya itu, seorang pria berpeci yang tinggal di Desa Lorong, mengatakan bahwa kawasan di sekitar rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah. Sudah menggunung, merambah ke aliran air yang digunakan masyarakat untuk mandi.

“Kami mandi menggunakan itu, badan kami gatal-gatal. Berulangkali kami sampaikan masalah sampah ini kepada pemerintah, tetapi tidak digubris,” keluh pria tua itu.

Disambung lagi dengan persoalan pendidikan. Di Sambas ini, SD dan SMP masih ada biaya administrasi, begitu juga dengan SMA.

“Di sini ada biaya perbaikan pagar sekolah dan lainnya. Kita berharap ada pendidikan gratis. Sehingga masyarakat dapat merasakan bantuan pemerintah dari segi pendidikan,” sambut warga lainnya.

Begitu juga permasalahan perekonomian. Masyarakat Desa Lorong mencari solusi untuk bisa hidup lebih baik, lebih sejahtera dibandingkan saat ini.

Permasalahan demi permasalahan yang disampaikan warga secara bertaut itu sempat membuat Subhan kaget. Lantaran seharusnya permasalahan itu sudah tidak ada.

Pria yang dikenal sebagai “Jenderal Relawan” yang menghantarkan Midji-Norsan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar ini, langsung menatap warga di hadapannya. Nampak matanya berkaca-kaca. Ia pun menundukkan kepala.

“Saya Tim Relawannya Midji-Norsan, Insya Allah pendidikan gratis tingkat SMA akan terlaksana dalam waktu dekat. Ini sudah menjadi pembahasan dan sedang dirancang Gubernur Kalbar. Selaku Relawan kita juga mengawal program tersebut,” ucap Subhan.

“Jika masih ada penarikan biaya di sekolah, itu suatu pelanggaran, kepala sekolah akan dikenakan sanksi. Karena Beasiswa untuk anak SMA, sekolah gratis telah disiapkan,” sambungnya.

Kemudian terkait persoalan pendidikan di tingkat SD dan SMP, jelas Subhan, itu ada di tangan Pemda setempat. “Kalau SMA ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi, termasuk SMA yang ada di Sambas ini,” ucap Subhan.

Kemudian persoalan sampah yang menggunung, Subhan menegaskan kepada masyarakat harusnya tidak terjadi, apabila pemerintah setempat tegas dengan aturan atau Perda yang sudah ada.

“Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sini pasti ada. Kemudian sanksi untuk yang membuang sampah sembarangan pasti ada. Tinggal tindakan tegas saja. Saya rasa tidak ada yang akan melanggar jika aturan dijalankan dan ditegakkan pemerintah setempat. Kemudian masyarakatnya diedukasi tentang kebersihan,” papar Subhan.

Sedangkan soal meningkatkan pertumbuhan perekonomian rumah tangga, Subhan mengajak masyarakat untuk berpikir berkaitan tentang pentingnya kreatif dan inovasi di era saat ini.

“Jika masyarakat di sini bercocok tanam, tentu jika hasilnya dijual kepada pengepul, maka harga yang diterima akan murah. Namun apabila masyarakat berani mengelola hasil panen itu, maka harganya akan tinggi. Namun ada cara-caranya, yaitu kreatif dan inovasi,” jelas Subhan yang berlatarbelakang pengusaha ini.

Ia mencontohkan, pengelolaan cocok tanam menggunakan pola hidroponik yang menggunakan pipa, seperti sawi itu bisa mencapai harga tinggi jika dikemas dengan baik, kemudian dijual kepada toko-toko modern.

“Banyak lagi. Tidak ada yang tidak bisa. Semua bisa dilakukan. Masyarakat harus tetap giat, kreatif dan inovasi. Dukungan pemerintah sangat penting,” kata Subhan menyemangati masyarakat.

Selain itu, Subhan mengatakan, dengan majunya ia sebagai Caleg pusat, kemudian jika diberi amanah, setidaknya akan dapat memperjuangkan itu semua.

Posisi Subhan juga menguntungkan, karena bisa berkomunikasi langsung dengan orang nomor satu di Kalbar ini (Midji-Norsan). “Semua ada di tangan bapak, ibu, adik, abang dan anak-anakku sekalian,” kata Subhan yang memohon doa dan restu masyarakat.

Subhan Noviar dan Emak-emak

Mendengar penjelasan Subhan itu, salah seorang warga, Mail langsung menyambutnya. “Kami sudah memahami, kami sudah mengerti. Terima kasih atas kunjungan bapak dan pencerahan yang bapak berikan. Bapak adalah satu-satunya Caleg pusat yang menemui langsung warga Desa Lorong ini, terima kasih. Insya Allah kami mendukung bapak,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ia juga merangkan, bahwa masyarakat Desa Lorong sudah berpikir cerdas untuk memilih. “Kami tidak akan memilih yang tidak mengembalikan kepada kami, apa yang kami rasakan harusnya menjadi beban yang kami pilih. Tidak akan kami pilih lagi yang sudah tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan,” tegasnya.

Pertemuan pun selesai dengan berbagai pencerahan untuk masa depan Kalbar. Doa selamat untuk Subhan Noviar serta masyarakat Desa Lorong pun dihaturkan kepada Allah Swt.

Subhan dan warga

Usai doa dibacakan, Subhan Noviar langsung berdiri kemudian pamit dengan masyarakat. Semuanya pun langsung berdiri bersalaman sambil mengucapkan. “Insya Allah kami mendukung Bapak,”.

Subhan pun pamit sambil melambaikan tangan dan tersenyum kepada masyarakat yang dijumpainya itu.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...