Wahai Pemuda Kalbar, Ini Pesan Subhan Noviar

Calon Anggota DPR-RI, Subhan Noviar (kanan) saat bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
Calon Anggota DPR-RI, Subhan Noviar (kanan) saat bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Netizen.media – Setelah mengelilingi sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Calon Anggota DPR-RI dari Partai Golkar, Subhan Noviar memiliki pesan khusus untuk para sarjana yang memutuskan untuk menetap di Kota Pontianak.

Pesan untuk pemuda dan pemudi ini begitu jelas tujuannya; setelah menuntut ilmu dirantau orang, segera pulang ke kampung halaman. Ini keputusan yang terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

“Daerah membutuhkan kalian, untuk memikirkan pembangunan dan perekonomian. Kembalilah, jangan sia-siakan ilmu yang kalian dapat,” kata Subhan Noviar, Sabtu (16/02/2019).

Ia mengungkapkan, dalam satu tahun, Kalbar begitu banyak menghasilkan sarjana dengan berbagai disiplin ilmu. Mereka menjadi pondasi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar.

“Mereka semua memiliki potensi dalam mengembangkan daerah sendiri dengan ilmu yang didapat saat di bangku perguruan tinggi,” ujar Subhan.

Tetapi sangat disayangkan, lanjut dia, banyak sarjana memilih jadi sales di Kota Pontianak, ketimbang kembali ke kampung halaman untuk membangun daerah.

Subhan menyampaikan hal tersebut, lantaran banyak sekali orangtua yang mengadu kalau anak mereka yang sudah selesai kuliah, tidak pulang-pulang. Alasannya mengadu nasib di Kota Pontianak.

“Sementara di daerah sendiri, membutuhkan perubahan, dan itu harus dilakukan pemuda-pemudi tersebut,” jelas Subhan.

Di era sekarang, perubahan membutuhkan inovasi dan kreativitas di segala aspek pembangunan. “Itu ada di tangan pemuda. Kalau pemuda apatis untuk daerah sendiri, ini akan menjadi sulit untuk daerah-daerah di Kalbar,” ingat Subhan.

Berpikir kritis, menghasilkan solusi, dikerjakan sesuai perencanaan yang matang, kata Subhan, harus dilakukan anak-anak muda.

“Saya berpikir, saat ini sudah saatnya pemuda-pemuda berani untuk datang ke DPRD atau Kantor Pemerintah. Berdiskusi, berdialog untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi prioritas di tempat tinggalnya,” papar Subhan.

Contohnya, dalam pengelolaan hasil pertanian atau cocok tanam. Jika ini hanya diolah para petani, tidak akan ada perkembangannya.

Tetapi jika diolah oleh mereka yang memiliki ilmu serta dikreasi lebih menarik untuk menambah nilai jualnya, tentu menjadi keuntungan bagi petani. Bahkan ke depannya bisa menjadi suatu produk yang khas dari daerahnya masing-masing.

“Kemudian dalam mengawal program pemerintah serta kinerja legislatif, jangan lagi para orangtua yang menagih janji mereka yang duduk sebagai pemangku kebijakan itu. Melainkan harus pemuda dan pemudi yang melakukannya,” pungkas Subhan.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...