Kapolda Didi Haryono: Penduduk Kalbar Mudah Terprovokasi

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono ketika Supervisi Kompolnas, di Graha Mapolda Kalbar, Rabu (20/02/2019).
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono ketika Supervisi Kompolnas, di Graha Mapolda Kalbar, Rabu (20/02/2019).

Netizen.media – Provinsi Kalbar dinilai sebagai daerah potensial konflik horizontal bernuansa Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA). Hal ini diperkuat dengan catatan sejarahnya yang kental konflik sosial.

“Hambatan muncul dari karakteristik penduduk Kalbar yang heterogen, mudah terprovokasi, labil, gampang dibujuk, serta cepat melupakan kesalahan,” kata Didi Haryono ketika menerima kedatangan Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), di Graha Mapolda Kalbar, Rabu (20/02/2019).

Untuk mengatasi berbagai ancaman, tantangan, maupun kendala tersebut, kata Didi, Polda Kalbar telah mengambil langkah-langkah antisipasi.

“Dengan mengutamakan tindakan preventif proaktif meliputi kegiatan-kegiatan seperti di bidang intelijen untuk membuat pemetaan kerawanan dan penggalangan,” terang Didi Haryono.

Bidang-bidang lainnya juga telah mulai bergerak, seperti Binmas untuk melakukan operasi di titik rawan konflik guna meredam gejolak, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri berupa kegiatan bakti sosial, kesenian, olahraga, serta kesehatan.

Tidak ketinggalan, lanjut dia, Bidang Kehumasan seperti manajemen media, propaganda, kampanye, imbauan, dan sosialisasi juga telah melakukan fungsinya dengan baik.

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019 ini, ungkap Didi, Polda Kalbar telah melakukan langkah-langkah pengamanan. Kendati dihadapkan pada kondisi geografis beberapa wilayah Kalbar yang cukup sulit untuk pendistribusian logistik Pemilu.

Didi Haryono berharap, dengan adanya upaya dan strategi yang telah dilakukan Polda Kalbar, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kalbar dapat terlaksana dengan sukses.

“Maka dengan petunjuk dan arahan dari Kompolnas, tentunya Polda Kalbar akan lebih baik ke depannya,” harap Didi Haryono.

Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 17 Tahun 2011, Kompolnas merupakan Lembaga Kepolisian Nasional yang melaksanakan fungsi pengawasan fungsional terhadap kinerja Polri

Tujuannya, menjamin profesionalisme dan kemandirian Polri melalui kegiatan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja dan integritas anggota maupun pejabat Polri.

Terkait dengan fungsi tersebut, Tim Kompolnas mendatangi Polda Kalbar, setelah melihat langsung Posko Pengamanan (Pospam) di Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah.

“Kedatangan kita untuk melakukan pengawasan terkait Operasi Mantab Brata 2018/2019 dari Polda Kalbar,” kata Irjen Pol (Purn) Yotje Mende, Ketua Tim Kompolnas.

Yotje Mende selaku Komisioner dari Kompolnas mengaku telah melihat langsung Pospam Operasi Mantab Brata, serta berdiskusi dengan Kapolda dan Karo Ops Polda Kalbar. “Keyakinan saya untuk ke depannya, Insya Allah Kalbar aman terkendali,” ucapnya.

Dia menilai, cipta kondisi terkait operasi-operasi dan kegiatan pembinaan masyarakat, serta penggalangan, deteksi dini, dan lain-lain di Kalbar juga sudah terlaksana dengan baik.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...