Kek Khotek Diduga Sudah Pikun dan Sakit-sakitan

Mayat
Ilustrasi-net

Netizen.media – Sebelum ditemukan membusuk di Rumah Toko (Ruko) No.374B Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Tomi Arya alias Khotek (71), diketahui sudah pikun dan sakit-sakitan.

Hal itu pun diamini Tim Inafis Polresta Pontianak, Bripka Agung Utomo yang ditemui Netizen.media, usai memerikasa jenazah Khotek, Kamis (28/02/2019) siang.

“Diperkirakan korban mengalami sakit dan kepikunan. Ditandai dengan adanya tinja di lantai bawah dan atas, di WC atau kamar mandi yang belum dibersihkan,” kata Agung.

Di dalam kulkasnya pun, ungkap Agung, terdapat makanan yang sudah hitam berjamur dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Ini menandakan, sejak kematian korban, tidak ada aktivitas di rumah tersebut,” jelasnya.

Di Ruko tersebut ditemukan pula sisa bangkai berupa bulu anjing di lantai dasar. Anjing tersebut dalam kondisi terikat rantai. Diperkirakan mati karena kelaparan.

Agung juga memastikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Khotek. Jenazahnya ditemukan dalam posisi terlentang di lantai dua dekat jendela

Di bagian sisi kiri dan kanannya, lanjut Agung, terdapat springbed dan hanya menggunakan guling sebagai alas tidur, serta hanya mengenakan celana dalam warna biru.

Khotek mengembuskan nafas terakhir diperkirakan satu bulan sebelum ditemukan. “Karena terdapat larva dan sisa belatung yang masih melekat di tubuh bagian bawah, serta terdapat serbuk tubuh yang mengering akibat dimakan ulat,” rinci Agung.

Dalam entomologi forensik, jelas Agung, jangka waktu kematian korban dapat terlihat dari sisa belatung dan ukuran belatung pada tubuhnya. “Dengan memeriksa pola pertumbuhan larva pada mayat, informasi mengenai waktu kematian dapat diketahui,” ungkapnya.

Entomologi dalam forensik, lanjutnya, terutama digunakan dalam menentukan interval pos-mortem atau waktu kematian.

“Sejumlah parameter yang digunakan antara lain panjang larva, berat larva, urutan pergiliran kolonisasi spesies serangga yang berbeda pada mayat, tahap perkembangan hingga kondisi cuaca yang terangkum dalam teknik accumulated-degre hour,” tutup Agung.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...