Awas!!! ASN Jangan Terjebak Investasi Bodong

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bertukar cendera mata dengan Kasubbag OJK, Adnan
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bertukar cendera mata dengan Kasubbag Pengawas Bank OJK, Adnan Sharif

Netizen.media – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Landak harus lebih teliti, jangan sampai terjebak rayuan maut perusahaan jasa keuangan yang menawarkan kredit atau investasi bodong (ilegal).

“Jangan sampai ada yang menjadi korban,” kata Karolin Margret Natasa, Bupati Landak, saat membuka Edukasi dan Sosialisasi Mengenal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Industri Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal Kepada Pegawai Pemkab Landak, kemarin.

Karolin juga mengingatkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih teliti sebelum menyetujui pengajuan kredit atau investasi dari jajarannya.

“Kalau ada pegawai yang mau mengajukan kredit dan minta tanda tangan, panggil dulu, tanya untuk apa. Kalau mau berinvestasi, tolong cek dulu di website OJK, apakah perusahaan yang menawarkan itu terdaftar atau tidak. Kalau tidak, jangan ditandatangani,” papar Karolin.

Dia berharap, dengan edukasi dan sosialisasi yang digelar OJK ini, para ASN di Kabupaten Landak bisa memahami produk layanan keuangan dengan baik. Sehingga dapat terhindar dari penipuan berkedok investasi.

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pengawasan Bank OJK, Adnan Sharif menjelaskan, sesuai UU Nomor 21 Tahun 2011, OJK bertugas mengatur dan mengawasi sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan melindungi konsumen.

Sedangkan fungsi OJK, lanjut Adnan, menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegritas terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

“Di tingkat provinsi, pada 2016 kami sudah membentuk Satgas Waspada Investasi yang bertugas mengkoordinir dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya investasi ilegal,” jelas Adnan.

Satgas Waspada Investasi akan mengecek perusahaan yang menawarkan investasi-investasi, apakah resmi atau ilegal. “Memberikan rekomendasi ke instansi terkait untuk melakukan penanganan dan penghentian kegiatan investasi ilegal yang tidak berizin dari otoritas,” tutup Adnan.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...