Lelang Jabatan Sekda Kalbar Bisa Saja Diulang

Gubernur Kalbar, Sutarmijdi melantik Pejabat Eselon II, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (11/03/2019)
Gubernur Kalbar, Sutarmijdi melantik Pejabat Eselon II, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (11/03/2019)

Netizen.media – Posisi tertinggi birokrat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar yang lama lowong ditinggal M Zeet Hamdy Assovie, sudah dilelang terbuka (open bidding). Setidaknya 12 pejabat rebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) yang sementara diduduki Sy Kamaruzzaman itu.

“Diharapkan memenuhi kriteria, kalau (semuanya) tidak, bisa saja diulang,” kata Sutarmidji, Gubernur Kalbar, ditemui usai melantik Pejabat Eselon II, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (11/03/2019).

Midji–sapaan Sutarmidji–berharap open bidding ini berjalan dengan baik. “Jika ada keraguan, silakan tanya ke Pansel (Panitia Seleksi). Saya pastikan Pansel akan memberikan itu,” tegasnya.

Seperti diketahui, pendaftaran open bidding Sekda Kalbar ini sudah ditutup pukul 00.00 Rabu (28/02/2019) lalu. Tercatat 12 pejabat yang mendaftar, terdiri atas:

  1. M Ali (Inspektur Kabupaten Bengkayang)
  2. Ignasius (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar)
  3. Yosepha Hasnah (Sekda Sintang)
  4. Anna Veridiana Iman Kalis (Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan)
  5. Alexander Rombonang (Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalbar)
  6. Florentinus Anum (Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar)
  7. AL Leysandri (Sekda Sanggau)
  8. Kartiyus (Kepala Bappeda Sintang)
  9. Hinduansyah (Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Melawi)
  10. Ahi (Kepala Bappeda Provinsi Kalbar yang hari ini dilantik sebagai Kepala KUKM Kalbar)
  11. Haryadi Sobri Triwibowo (Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak)
  12. Hendro Subekti (Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak).

Dalam waktu dekat, kata Midji, juga akan ada open bidding 10 jabatan. Sebelum Juni 2019 diharapkan sudah selesai. “Akan ada pengukuhan kembali. Tidak ada rotasi dan promosi. Karena nomenklaturnya berubah, maka ditetapkan kembali untuk administrasi tatakelola yang baik,” jelasnya.

Ia berharap semua bisa mengikuti open bidding ini dengan keyakinan pemerintah akan berjalan dengan baik. Karena seleksinya dilakukan secara terukur dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (IT).

Meskipun IT ini tidak bisa mendudukkan seseorang menjadi pejabat, tambah Midji, setidaknya hal ini akan menjadikan celah seleksi tidak terlalu besar. Sehingga semuanya diharapkan berjalan dengan baik.

Selain open bidding, Midji mengaku, bersama Wakilnya Ria Norsan akan mengevaluasi jajarannya yang telah menduduki suatu jabatan lebih dari 5 tahun. “Karena memang aturannya meminta seperti itu,” tutup Midji.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...