Polda Kalbar akan Tindak Tegas Pelaku Kampanye Hitam

Rakor Evaluasi dan Persiapan Pemilu 2019, di Makodam XII/Tanjungpura, Selasa (12/03/2019). -Foto: Humas Polda Kalbar-
Rakor Evaluasi dan Persiapan Pemilu 2019, di Makodam XII/Tanjungpura, Selasa (12/03/2019). -Foto: Humas Polda Kalbar-

Netizen.media – Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyebutkan, kampanye terdiri atas tiga jenis; kampanye positif (positive campaign), kampanye negatif (negative campaign), dan kampanye hitam (black campaign).

“Polri tentu menindak tegas, bila terjadi kampanye hitam. Karena menyampaikan kekurangan atau menjelekkan para calon atau kandidat, tanpa disertai dengan bukti,” kata Kapolda Didi Haryono.

Pernyataan ini disampaikan Didi Hartono ketika Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Kesiapan Menghadapi Pemilu 2019, di Makodam XII/Tanjungpura, Selasa (12/03/2018) sebagaimana rilis yang kirim Kaur Produk Kreatif Multimedia Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyudin.

Rakor yang berlangsung bersamaan dengan menyebarnya buku saku “Menolak Amnesia Publik” di Untan, IKIP PGRI Pontianak dan IAIN Sambas ini, dihadiri Pejabat Utama Polda Kalbar yang terlibat dalam Operasi Mantap Brata 2019.

Ketegasan dari Polda Kalbar terkait black campaign seperti ini memang sangat diharapkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Kalbar. (Baca disini…).

Serupa juga dengan harapan Gerakan Rakyat Pendukung (Gardu) Prabowo Kalbar. Menyusul beredarnya “Menolak Amnesia Publik”, buku saku yang memfitnah Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto. (Baca disini…).

Buku yang tidak jelas pengarang dan penerbitnya itu kali pertama ditemukan di IAIN Pontianak, Senin (11/03/2019). Berlanjut hari ini ke tiga kampus, kawasan Untan, IKIP PGRI Pontianak dan IAIN Pontianak.

Kendati sudah empat kampus yang disasar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih mengkaji isi buku hitam Prabowo tersebut. Penyebarnya pun masih tidak terendus. (Baca disini…)

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...