Ini 3 Nama Calon Sekda Kalbar yang Diusulkan ke Mendagri

lelang jabatan
Ilustrasi-net

Netizen.media – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris (Sekda) Kalbar telah menetapkan 3 nama dan mengumumkannya di media massa. Kemudian menyerahkannya ke Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sesuai komitmen awal, nilai tertinggi kita serahkan ke Presiden melalui Kemendagri hari ini untuk ditetapkan dan langsung dilantik sebagai Sekda definitif,” kata Sutarmidji, Gubernur Kalbar, kepada wartawan, Selasa (26/03/2019).

Sutarmidji
Sutarmidji

Adapun ketiga nama Calon Sekda Kalbar tersebut terdiri atas: 

  1. Leysandri (Sekda Sanggau): 78,11 poin
  2. Iqnatius Ik (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalbar): 77,67 poin
  3. Alexander Rambonang (Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalbar): 77,14 poin

Ketiga nama ini merupakan peraih nilai tertinggi dari lelang terbuka Calon Sekda Kalbar yang diikuti 12 pejabat di Provinsi Kalbar. (Baca disini…)

Midji–sapaan Sutarmidji–mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk menetapkan siapa yang menggantikan M Zeet Hamdy Assovie sebagai Sekda Kalbar. Tentunya disertai dengan alasan yang rasional.

“Kalau saya, siapapun bisa. Tetapi seperti yang sudah saya sampaikan, ini berdasarkan nilai tertinggi hasil penilaian Pansel. Nilainya sudah diumumkan secara transparan, bedanya tipis-tipis amat, tidak ada yang mencolok,” kata Midji.

Ia enggan menilai kembali ketiga nama Calon Sekda tersebut, karena sepenuhnya sudah diserahkan ke Pansel. “Pansel itu orang dalam, hanya satu (yang bukan-red), itupun dari Bandiklat. Integritasnya tidak perlu diragukan lagi,” ucap Midji.

Terkait siapa yang akan dipilih Presiden melalui Mendagri kelak, Midji berharap sesuai dengan penilaian Pansel. “Jadi, jangan ada yang mau coba melobi karena mentang-mentang keputusannya di Kemendagri melalui pertimbangan Presiden,” tegasnya.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini melarang keras lobi melobi tersebut, lantaran tidak ingin penetapan Sekda Kalbar seperti di daerah lain.

“Seperti Kaltim, sampai sekarang (Sekda-nya) tidak dilantik. Karena Gubernur terpilihnya sudah diminta merekomendasikan siapa, sebelum menyampaikan tiga nama,” kata Midji.

Rekomendasinya, lanjut Midji, calon yang meraih nilai tertinggi dan sudah ada surat pernyataannya. “Ternyata yang jadi Sekda Kaltim bukan yang nilainya tertinggi. Nah sampai sekarang ribut,” ungkapnya.

Polemik soal Sekda seperti ini, tambah Midji, juga terjadi di Bandung. “Saya tidak mau ada polemik dalam penentuan Sekda. Semua sudah lulus tes, hormati. Tidak bermaksud mendahului, tapi menurut saya sebaiknya yang meraih nilai tertinggi (yang jadi Sekda-red),” tutur Midji.

Sebenarnya Midji ingin memastikan, pejabat yang meraih nilai tertinggi dalam lelang jabatan kemarin yang akan menjadi Sekda Kalbar. “Namun sebelum ada SK, tidak boleh dikatakan pasti,” katanya.

Kalau nama yang sudah ditetapkan ternyata dianggap menyimpang dari pakemnya. “Ya tidak bisa. Artinya segala seauatu harus sesuai aturan, etika dan moral,” jelas Midji.

Saat ini, Midji hanya menunggu SK Presiden tentang penetapan Sekda Kalbar definitif. Paling lama satu bulan. “Kalau besok keluar SK-nya, besok saya lantik,” pungkasnya.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...