BPJS Kesehatan Bayar Klaim dan Kapitasi Rp12,1 T 

Gerry Adhikusuma
Gerry Adhikusuma

Netizen.media – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelontorkan Rp12,1 Triliun untuk membayar klaim jatuh tempo Rumah Sakit (RS) Rp11 Triliun dan dana kapitasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Rp1,1 Triliun.

“Akan dibayar dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami,” kata Gerry Adhikusuma, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak kepada wartawan, Sabtu (20/04/2019).

RS yang lebih dahulu mengajukan berkasnya secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu.

“Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan,” jelas Gerry.

Ia mengungkapkan, pembayaran kapitasi untuk FKTP setiap tanggal 15. Sehingga kemungkinan pembayaran nonkapitasi dan tagihan RS dibayar pada hari berikutnya.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini,” kata Gerry.

Seluruh cabang BPJS Kesehatan telah berkoordinasi untuk memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing sudah dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Khusus wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, klaim dan kapitasi sudah dibayar kepada 60 FKTP dan 43 FKTP Lanjutan senilai Rp70.572.383.751 sepanjang April 2019.

Dengan telah dibayarnya klaim jatuh tempo ini, Gerry berharap fasilitas kesehatan dapat melaksanakan kewajibannya sesuai regulasi; memberikan pelayanan optimal kepada pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah,” papar Gerry.

Sehingga, tambah dia, masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung. “Rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,” ucap Gerry.

Pertumbuhan Industri Kesehatan

Selain memberikan jaminam layanan kesehatan yang berkualitas, kata Gerry, program JKN-KIS juga berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

Apabila terdapat kekurangan, tambah Gerry, hendak dapat diperbaiki bersama-sama. Jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki,” ucap Gerry.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...