Sebelum 2025, Seluruh Tanah di Indonesia Sudah Terdaftar

Menteri Agraria, Sofyan Djalil secara simbolis membagikan sertifikat tanah ke warga di Rumah Radakng Pontianak, Rabu (24/04/2016).
Menteri Agraria, Sofyan Djalil secara simbolis membagikan sertifikat tanah ke warga di Rumah Radakng Pontianak, Rabu (24/04/2016).

Netizen.media – Sebelum 2025, pemerintah menargetkan seluruh tanah di Indonesia (79 juta bidang) sudah terdaftar. Tahun ini di Magelang, Solo dan Jakarta.

“Tentu diimbangi dengan tindak lanjut terkait mafia tanah, agar hak masyarakat terjamin,” Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang RI ditemui di sela Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Rumah Radakng Kota Pontianak, Kalbar, Rabu (24/04/2019).

Sofyan menjelaskan, lantaran konflik tanah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya maka Presiden RI Joko Widodo menitahkan untuk menyelesaikan proses pembuatan sertifikat tanah di Indonesia.

Pada 2018 ditargetkan 5 juta sertifikat dan Agraria berhasil menyelesaikan 7 juta sertifikat. Meski semua tidak berhasil karena sengketa, warisan atau saat pengukuran pemiliknya tidak di tempat serta kendala lainnya.

“Tahun ini ditargetkan 9 juta sertifikat, tetapi capaiannya 11 juta sertifikat, 6.000 di antaranya dibagikan kepada masyarakat Kalbar hari ini,” ungkap Sofyan.

Selain memudahkan untuk meminjam uang ke bank, kata Sofyan, adanya sertifikat tanah tentu akan meningkatkan perekonomian yang akan menyejahterakan masyarakat luas.

“Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke rentenir karena sekarang masyarakat sudah bisa meminjam ke bank dengan menunjukkan sertifikat tanah,” ujar Sofyan.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengaku sangat mendukung program Pemerintah Pusat (Pempus) ini, walaupun masih terkendala pada persoalan e-KTP.

“Tentunya menjadi catatan seluruh pihak bahwa ke depan harus mempermudah dari mereka yang belum selesai karena e-KTP ini,” ucap Sutarmidji.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode yang karib disapa Midji mengungkapkan, sejauh ini di Indonesia telah terbit 46 Juta sertifikat. “Sedangkan yang akan terbit 26 Juta sertifikat dengan waktu 4 tahuhn saja sejak 2019. Ini menjadi salah satu program nasional yang sangat sukses,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Agraria Kalimantan Barat, Abdul A Samad menambahkan, dari 140 bidang tanah yang ditargetkan akan sertifikasi di Provinsi Kalbar, tercapai 99,01 persen. Sisanya terkendala e-KTP. “Tahun ini, sisa yang terkendala itu akan terus kita perbaiki,” janjinya.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...