KPI Kalbar akan Plenokan Penolakan “Kucumbu Tubuh Indahku”

KPI

Netizen.media – Setelah menerima Surat Penolakan terhadap film “Kucumbu Tubuh Indahku” dari Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kalbar akan membawanya dalam rapat pleno.

“Insya Allah Senin kami akan rapat pleno untuk menjawabnya. Walaupun sebenarnya ranah KPI/KPID hanya pada Tv dan Radio,” kata Iwan Kurniawan, Komisioner KPI Kalbar, Jumat (26/04/2019).

Baca JugaKubu Raya Tolak Penayangan Film “Kucumbu Tubuh Indahku”

Iwan mengatakan, kalau melihat thriller-nya film “Kucumbu Tubuh Indahku” menceritakan tentang budaya Gemblak pada tradisi Warok di Ponorogo Jawa Timur. “Namun Mas Garin memang lebih melihatnya dari sisi yang berbeda,” katanya.

Film “Kucumbu Tubuh Indahku” menceritakan Penari Lengger bernama Juno. Sejak ditinggal ayahnya, dia bergabung dengan Sanggar Tari Lengger.

Tidak diduga, tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang Penari Lengger.

Tari Lengger sendiri merupakan budaya asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banyumas. Tarian ini mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh.

Biasanya tarian ini dipentaskan lelaki, yang di keseharian mengubah diri menjadi perempuan. Mereka berlaku, berlenggok, dengan gemulai bak wanita sungguhan.

Sang Sutradara, Garin Nugroho membuat “Kucumbu Tubuh Indahku” berdasarkan cerita hidup seorang Penari Lengger, Rianto.

“Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia,” kata Garin dalam keterangan persnya.

Sejarah tubuh dan trauma-traumanya itu tersendiri, lanjut Garin, bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu.

“Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang,” ujar Garin.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...