Ini Alasan Nelayan Sungai Kunyit Sampai Ngadu ke Gubernur

Buntut Pembebasan Areal Pelabuhan Internasional Kijing

Perwakilan nelayan dan buruh togok atau kelong dari Sungai Kunyit, Mariana curhat ke Gubernur Kalbar Sutarmidji, di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (02/05/2019).
Perwakilan nelayan dan buruh togok atau kelong dari Sungai Kunyit, Mariana curhat ke Gubernur Kalbar Sutarmidji, di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (02/05/2019).

Netizen.media – Para nelayan dan buruh togok atau kelong dari Sungai Kunyit rela jauh-jauh ke Kantor Gubernur Kalbar untuk mengadukan nasib, Kamis (02/05/2019), lantaran diabaikan Bupati Mempawah.

“Ibu Bupati tidak mempedulikan kami Pak,” curhat Mariana, perwakilan pengujukrasa tepat di hadapan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menerima kedatangan mereka.

Baca juga: Ratusan Nelayan Sungai Kunyit Siap Seruduk Kantor Gubernur Kalbar

Para pengunjukrasa merupakan nelayan yang kehilangan matapencaharian lantaran pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah. Namun ganti rugi yang mereka terima sangat tidak memadai.

Terkait persoalan haknya itu, para nelayan sudah mengadu ke Bupati Mempawah. Namun tidak mendapat respon positif. Sehingga mereka memilih berangkat ke Kota Pontianak pagi tadi.

Setibanya di Bundaran Digulis Kota Pontianak, mereka berjalan kaki dan tiba di Kantor Gubernur Kalbar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka langsung disambut Gubernur Sutarmidji.

“Kalau kedatangan kami ke Bapak (Gubernur-red), masih betul kami dihormati. Kalau di sana (Bupati Mempawah-red), melihat saja tidak, langsung lari,” kesal Mariana.

Sebenarnya para nelayan ini juga ingin bertatap muka langsung dengan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan yang merupakan mantan Bupati Mempawah dua periode. Namun suami Erlina, Bupati Mempawah sekarang itu tidak nampak.

Kekecewaan mereka tidak bisa bertatap muka dengan Ria Norsan sedikit terobati, lantaran kedatangannya jauh-jauh dari Kabupaten Mempawah diterima dengan hangat oleh Gubernur Sutarmidji.

Para nelayan Sungai Kunyit melalui suara lantang Mariana pun menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi, yakni terkait pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing.

Emak-emak yang mengenakan pakaian warna hijau dan berhijab warna biru perpaduan ungu ini mengungkapkan, para nelayan sudah mengadu ke Pemkab Mempawah untuk mendapatkan solusi atas permasalahan mereka.

Alih-alih solusi, para nelayan ini malah dicuekin. “Betul!!!,” seru nelayan lainnya membenarkan apa yang diceritakan Mariana kepada Gubernur Sutarmidji.

“Kita ini masyarakat biasa Pak, ke mana kita mau mengadu sekarang. Tidak ada tanggapan sama sekali,” ucap Mariana.

Ia juga membeberkan, kalau ganti rugi togok dan kelong itu sudah dinegosiasikan sebenarnya bohong semua. “Sudah saya sampaikan kepada perwakilan mereka, untuk runding-runding (negosiasi-red) dulu Pak, berapa (ganti ruginya-red). Tetapi kami tidak dihargai sama mereka,” sesalnya.

Mereka mau langsung membayar ganti rugi atas pembebasan togok atau kelong itu tanpa proses negosiasi. “Malah kepada kami mereka berkata, nanti itu bagian hukum,” ujar Mariana

“Kita tahu Pak memang hukum, tetapi kami ini rakyat biasa, manalah kami tahu,” pungkas Mariana. Simak videonya:

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...