“Jangan Menangis Sayang”

Perkosaan Tersadis Pekan Ini

perkosaan
Ilustrasi-net

Netizen.media – Akhir-akhir ini bermunculan kasus perkosaan anak bawah umur di Provinsi Kalbar, dengan pelaku yang beragam latarbelakang. Namun, yang paling sadis dalam pekan ini terjadi di Gang Danau Indah, Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

Cerahnya hari pada Selasa (30/04/2019) pagi itu sama sekali tidak menyurutkan keberingasan AP memperkosa gadis 17 tahun yang tidak berdaya di rumahnya yang terkunci.

Korban hendak berteriak, namun AP sontak mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke leher mangsanya. “Jangan teriak,” hardiknya.

Sudah pasti takut, namun korban nekat untuk menyelamatkan diri. Pisau di tangan pelaku itu ditepisnya. Bukannya jatuh, malah mengenai pipinya sendiri hingga mengalir darah segar.

AP pun meraih darah yang keluar dari pipi korban itu dengan jari dan menjilatinya, kemudian membekap mulut gadis malang itu.

Dengan ancaman pisau, AP membawa korban ke kamar. Gadis malang itu berupaya kabur, tetapi cengkraman tangan lelaki itu menghentikan langkahnya. “Kamu mau saya bunuh atau layani saya,” ancam pelaku.

Tidak berdaya, gadis itu hanya bisa menangis dan meminta ampun. “Jangan buat saya emosi,” sergah AP seraya menghempaskan tubuh gadis tersebut ke tempat tidur.

Dengan sisa keberanian yang dimilikinya, korban mendorong tubuh AP sekuat tenaga. Tetapi upayanya ini kandas karena ancaman laki-laki bejat itu.

“Saya bunuh nih kalau kamu kabur lagi. Saya bunuh kamu,” ancam AP berulang-ulang seraya mengacungkan pisaunya ke korban.

Selain takut, tenaga gadis itu sudah habis, tidak berdaya lagi menghalau nafsu setan AP. “Saya bunuh kamu sekarang ya,” kata AP lagi di tengah aksinya menggerogoti kehormatan gadis malang itu.

Korban hanya bisa menangis, karena berulangkali perlawanannya kandas. “Jangan menangis sayang,” kata AP melihat air mata mangsanya itu.

Setelah kehormatannya direnggut paksa, korban hanya bisa meratapi nasibnya dan sempat berharap AP melepasnya. “Bapak saya di rumah sakit, mama saya kerja sama orang, abang saya tidak kerja, jadi saya yang kerja mau bantu orang tua,” ucap korban.

Alih-alih merasa iba, AP malah menipu korban dengan mengucapkan janji semu. “Tidak apa-apa, nanti akan beri uang dan rumah bagus,” katanya.

Korban memohon untuk diberi kesempatan mandi dan mengenakan pakaiannya lagi. AP yang telah melampiaskan nafsu setannya itu pun mengizinkan.

Setelah mandi dan berpakaian, korban keluar toilet dan tidak melihat AP. Kesempatan itu pun dimanfaatnya untuk keluar rumah dan kabur menggunakan sepeda motornya. Langsung pulang.

Kemudian korban memberanikan diri untuk melaporkan perkosaan yang dialaminya itu ke Mapolresta Pontianak, Kamis (02/05/2019).

“Awalnya korban mencari pekerjaan melalui Facebook. Kemudian pelaku menawarkan pekerjaan di Mitra Anda sebagai HRD,” kata Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasatreskrim Polresta Pontianak kepada sejumlah wartawan, Jumat (03/05/2019).

Keduanya pun berkomunikasi. Lantaran benar-benar ingin mendapatkan pekerjaan, korban percaya begitu saja dengan pelaku, tidak curiga sedikitpun. “Korban diarahkan di rumah tersebut,” kata Husni.

Mengikuti arahan, korban menemui orang yang akan memberikan pekerjaan itu, pada pukul 08.00 di rumah yang tidak ada orang selain pelaku.

“Di situ terjadi perkosaan, pengancaman dengan pisau. Korban bahkan terluka terkena pisau yang digunakan pelaku,” sambung Husni.

Berbekal keterangan korban, jajaran Satreskrim Polresta Pontianak memburu AP. “Pelaku kita tangkap di Sungai Pinyuh,” ungkap Husni.

AP pun digelandang ke Mapolresta Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Husni mengatakan, AP disangkakan dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Adapun barang bukti yang kita amankan di antaranya akta kelahiran korban, pisau warna silver dan seprai bergambar Mickey Mouse,” pungkas Husni.

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...